
JAKARTA — BCA Syariah bersama Istiqlal Halal Center (IHC) menyerahkan sertifikat halal kepada 49 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jabodetabek. Sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya BCA Syariah memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus membantu UMKM mempersiapkan diri menghadapi kewajiban sertifikasi halal yang mulai berlaku Oktober 2026.
Direktur BCA Syariah Ina Widjaja mengatakan sertifikat halal memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar memenuhi persyaratan administratif.
“Sertifikat halal bagi UMKM dapat menjadi jaminan kualitas produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus menjadi pintu pembuka keberkahan dalam usaha yang dijalankan,” ujar Ina dalam kegiatan penyerahan sertifikat halal, 2 September 2026.
Menurutnya, program sertifikasi halal tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan BCA Syariah terhadap pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia.
Tak hanya sertifikasi, BCA Syariah juga memberikan pelatihan pengelolaan keuangan kepada para pelaku UMKM. Pelatihan tersebut membahas pencatatan pemasukan dan pengeluaran harian agar pengusaha dapat mengelola keuangan bisnis secara lebih tertib.
Pelaku UMKM juga didorong untuk memisahkan modal usaha dari kebutuhan rumah tangga sehingga keuntungan bisnis dapat diketahui dengan lebih jelas.
Dalam kesempatan yang sama, peserta diperkenalkan dengan sejumlah produk perbankan BCA Syariah yang dapat mendukung aktivitas dan pengembangan usaha, seperti QRIS, tabungan, dan investasi.
Ina mengatakan kolaborasi BCA Syariah dan IHC tersebut merupakan bagian dari implementasi brand proposition BCA Syariah, “Sahabat Berkahmu”.
“Sertifikasi halal, ilmu pengelolaan keuangan, dan pengetahuan tentang produk BCA Syariah merupakan langkah awal untuk meraih peluang menuju kesuksesan dan keberkahan dalam perjalanan usaha Bapak dan Ibu,” kata Ina.
Dorong Pengembangan UMKM
Dukungan terhadap UMKM juga dilakukan BCA Syariah melalui program Peduli Sejahtera. Sejumlah program yang dijalankan antara lain WEpreneur serta pembinaan UMKM mustahik bersama BAZNAS.
Dari sisi pembiayaan, BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (SME) sebesar 21,2% hingga Juli 2026. Nilai pembiayaan tersebut mencapai Rp1,1 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan SME antara lain ditopang sektor perdagangan eceran dan perdagangan besar yang berkontribusi 21,7% terhadap total pembiayaan SME.
Selain sektor perdagangan, pertumbuhan pembiayaan juga didukung oleh industri rumah tangga dan industri pengolahan.
Program sertifikasi halal dan edukasi pengelolaan keuangan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha di tengah pertumbuhan industri halal di Indonesia.