Dari Dinghy hingga Kapal Nelayan, Ini Ragam Kapal Buatan Warga Binaan Sukamiskin

AKM • Monday, 24 Aug 2026 - 16:58 WIB
Keterangan foto (dari kiri ke kanan): - Speedboat SB-6 - Speedboat SB-8 - Kapal Nelayan SBF-10

BANDUNG — Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, mengembangkan kegiatan kerja pembuatan kapal sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Di bawah merek Sukaboat, produk yang dibuat mencakup kapal dinghy, kapal untuk kebutuhan wilayah kepulauan, kapal nelayan hingga berbagai jenis speedboat.

Dalam keterangan yang diterima Media, pengembanga  Sukaboat melibatkan warga binaan dengan beragam latar belakang keahlian. Salah satunya Emirsyah Satar, yang turut menangani sisi manajerial bersama sejumlah warga binaan yang memiliki pengalaman di bidang transportasi, perkapalan dan desain.

Sementara untuk keterampilan teknis, lapas menggandeng vendor material fiberglass. Menurut Emir, material Sukaboat cukup beragam, mulai dari fiberglass, aluminium, kayu hingga HDPE, meski pelatihan warga binaan saat ini masih banyak berfokus pada fiberglass.

“Untuk belajar fiberglass kami diajari vendor-vendor bahan kapal,” ujar Emir.

Program tersebut juga sejalan dengan agenda pembinaan produk warga binaan dan pengembangan UMKM di lingkungan pemasyarakatan. Sukaboat bahkan pernah dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Kemayoran melalui kolaborasi dengan Honda.

Sejak dikembangkan pada 2024, Sukaboat telah menghasilkan dan menjual lebih dari 25 unit kapal dengan berbagai tipe.

Berikut sejumlah produk yang dikembangkan:

1. Dinghy 4 Meter

Produk awal Sukaboat berupa dinghy sepanjang empat meter. Pada 2024, sebanyak 20 unit diproduksi melalui program CSR PLN, ditambah enam unit untuk pembeli individu. Sekitar 15 warga binaan terlibat dalam pengerjaannya.

2. Duchy Boat 8 Meter

Kapal sepanjang sekitar delapan meter ini semula dirancang sebagai kapal BTS untuk mendukung konektivitas wilayah kepulauan. Dua unit telah dibeli pihak swasta.

Sukaboat kini mengembangkan konsep Duchy Reborn dengan desain dan mesin yang diperbarui. Kapal tersebut tetap diarahkan sebagai sarana pendukung akses internet di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

3. Kapal Nelayan SBF-10

SBF-10 dikembangkan untuk memodernisasi kapal nelayan tradisional. Desainnya tetap mempertahankan karakter kapal nelayan, tetapi menggunakan material fiberglass dan sejumlah pembaruan teknis.

Perubahan diarahkan pada material, bentuk lambung, mesin dan propeller agar kapal lebih ringan, mudah dirawat, lebih cepat dan lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar.

4. Speedboat SB-6

SB-6 merupakan speedboat sepanjang enam meter yang dirancang sebagai alternatif untuk aktivitas rekreasi air. Kapal ini dapat membawa lima orang dan dikembangkan untuk berbagai fungsi, termasuk wisata, patroli, memancing, divinghingga SAR.

5. Speedboat SB-8

Dengan panjang sekitar delapan meter, SB-8 memiliki tingkat pengerjaan yang lebih kompleks. Warga binaan belajar berbagai keterampilan, mulai dari pemasangan kaca dan interior hingga sistem kelistrikan, kemudi, mesin, tangki, perpipaan dan perlengkapan keselamatan.

6. Speedboat SB-10

SB-10 menjadi salah satu rancangan terbaru Sukaboat dengan panjang sekitar 10 meter dan target kecepatan hingga 50 knot. Kapal ini diarahkan untuk kebutuhan patroli, pengamanan dan respons cepat dalam kondisi darurat.

Sukaboat juga mempertimbangkan penggunaan material seperti kevlar dan aramid untuk meningkatkan perlindungan kapal terhadap risiko tertentu.

Bagi warga binaan, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan pengalaman teknis yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pidana.

Wawan, salah satu warga binaan yang telah mengerjakan lima unit SB-6, mengaku mendapat pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Pastinya bangga sudah bisa bikin kapal. Saya belajar teori-teori soal kapal, jadi makin bertambah wawasan,” ujarnya.