
Kabupaten Bandung – Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program “Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Meningkatkan Sensitivitas Ibu terhadap Bayi melalui Pelatihan Panduan Antisipatif Berbasis Digital di Desa Cibodas.”
Kegiatan yang dilaksanakan bersama Kelompok Posyandu Binangkit Desa Cibodas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan edukasi kepada ibu mengenai pengasuhan responsif dan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui pendanaan tahun 2026
Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dewi Srinatania, dengan anggota tim Rizal Ilbert dan Dian Anggraini, serta melibatkan mahasiswa STIKep PPNI Jawa Barat dalam mendukung pelaksanaan dan pendampingan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, kader Posyandu mendapatkan pelatihan mengenai sensitivitas ibu, pengasuhan responsif, tahapan tumbuh kembang anak, serta penggunaan panduan antisipatif sesuai usia anak. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi kasus, dan praktik agar kader mampu menerapkan materi dalam pelayanan Posyandu.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan panduan antisipatif berbasis digital sebagai media edukasi. Panduan tersebut diharapkan membantu kader memberikan informasi kepada ibu secara lebih terstruktur, mudah diakses, dan dapat digunakan secara berkelanjutan, tidak hanya pada saat kegiatan Posyandu berlangsung.
Optimalisasi peran kader menjadi penting karena pelayanan Posyandu tidak hanya berfokus pada pemantauan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memiliki potensi besar dalam memberikan edukasi mengenai pengasuhan, stimulasi perkembangan, serta membantu ibu mengenali dan merespons kebutuhan anak secara tepat.
Melalui pendampingan kader, ibu diharapkan semakin mampu mengenali kebutuhan fisik, emosional, sosial, dan perkembangan anak sehingga praktik pengasuhan responsif dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen STIKep PPNI Jawa Barat dalam mengimplementasikan keilmuan dan inovasi perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam penguatan pelayanan promotif dan preventif kesehatan ibu dan anak berbasis komunitas.
Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan Posyandu diharapkan dapat memperluas akses edukasi sekaligus memperkuat keberlanjutan program. Kader Posyandu diharapkan mampu terus memanfaatkan panduan tersebut sebagai media edukasi dan pendampingan kepada ibu setelah rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat selesai.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi pengasuhan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.