
Rokan Hulu — Upaya memperkuat kapasitas kader Posyandu sekaligus mendorong transformasi digital layanan kesehatan masyarakat dilakukan tim dosen Universitas Pasir Pengaraian (UPP) melalui program pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Mawar, Desa Rambah Tengah Hulu, Kabupaten Rokan Hulu.
Program bertajuk “Pemberdayaan Kader Posyandu Mawar melalui Penerapan Sistem Informasi Layanan Kesehatan Berbasis Digital di Desa Rambah Tengah Hulu” tersebut dilaksanakan selama enam bulan.
Kegiatan dirancang secara bertahap, mulai dari sosialisasi, pelatihan kader, penerapan sistem informasi, pendampingan, evaluasi hingga penyusunan rencana keberlanjutan program.
Ketua tim pengabdian, Urfi Utami, M.Kom, mengatakan program tersebut berangkat dari kondisi pencatatan dan pengelolaan data kesehatan di Posyandu Mawar yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.
“Tujuan utama kegiatan adalah memberdayakan kader Posyandu Mawar melalui penerapan sistem informasi layanan kesehatan berbasis digital SIKIARLA, sehingga kader mampu melakukan pencatatan, pengelolaan, pencarian, dan pemanfaatan data kesehatan secara lebih terstruktur dan efisien,” ujar Urfi.
Menurut dia, sistem pencatatan manual tidak hanya membutuhkan waktu lebih lama, tetapi juga menimbulkan sejumlah persoalan dalam pengelolaan data. Data yang tersimpan dalam buku register berisiko rusak atau hilang, sementara proses pencarian riwayat kesehatan dan penyusunan rekapitulasi maupun laporan membutuhkan waktu lebih panjang.
Karena itu, digitalisasi melalui SIKIARLA diarahkan untuk membantu kader mengelola data kesehatan secara lebih sistematis. Sistem tersebut mencakup layanan pencatatan data kesehatan ibu, anak, remaja, dan lansia serta dapat diakses melalui laman sikiarla.com.
Pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi kepada mitra untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi layanan Posyandu sekaligus menggali kebutuhan dan kendala yang dihadapi kader. Tahap berikutnya berupa pelatihan dan peningkatan kapasitas kader, khususnya dalam mengoperasikan aplikasi SIKIARLA.
Tim kemudian melakukan penerapan sistem secara langsung dalam proses pencatatan dan pengelolaan data Posyandu. Tahap tersebut dilanjutkan dengan pendampingan dan evaluasi melalui pre-test, post-test, serta observasi untuk melihat perkembangan kemampuan kader sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan.
BACA JUGA: Dari Riset ke Kelas: UNHASY Dorong Transformasi Digital Tutor Kampung Inggris Pare
Program ini melibatkan enam kader Posyandu Mawar yang diketuai Martalena dengan anggota Arni, Resi, Resmi, Bittang, Desi Ratnasari sebagai mitra dan pengguna utama SIKIARLA. Selain itu, kegiatan turut melibatkan Bidan Sri Wahyuni Lubis, S.Keb selaku bidan desa yang bertugas di Posyandu Mawar. Respon para kader terhadap program tersebut dinilai positif dan partisipatif.
“Kader Posyandu Mawar terlibat secara aktif dalam pelatihan, praktik, pendampingan, serta memberikan masukan mengenai kebutuhan dan kemudahan penggunaan sistem,” kata Urfi.
Dari unsur perguruan tinggi, tim pengabdian Universitas Pasir Pengaraian terdiri atas Urfi Utami, M.Kom sebagai ketua, bersama anggota Bdn Eka Yuli Handayani, M.Kes dan Dona, M.Kom. Tim juga melibatkan dua mahasiswa, yakni Rima Alfiana Sari dan Emilia Wati.
Meski demikian, pelaksanaan program menghadapi tantangan, terutama keterbatasan literasi digital sebagian kader dan kebiasaan menggunakan pencatatan manual. Kondisi tersebut membuat proses adaptasi terhadap sistem digital membutuhkan pelatihan praktik dan pendampingan secara bertahap.
“Karena itu, pelatihan praktik langsung dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mengoperasikan SIKIARLA,” ujar Urfi.
Program pengabdian ini juga diarahkan tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan selesai. Tim menyiapkan strategi keberlanjutan melalui penunjukan kader kunci sebagai admin lokal. Pendampingan penggunaan SIKIARLA akan terus dilakukan dalam kegiatan Posyandu, disertai pemantauan kemampuan kader serta evaluasi kelengkapan dan ketepatan data.
Kader yang telah menguasai sistem diharapkan dapat membantu kader lainnya sehingga pengoperasian SIKIARLA dapat berlangsung secara mandiri dan berkelanjutan.
Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam Skema Pemberdayaan berbasis Masyarakat ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Selain meningkatkan literasi digital kader, program tersebut menargetkan tersedianya sistem informasi layanan kesehatan yang dapat digunakan secara berkelanjutan serta data kesehatan yang lebih terstruktur, akurat, dan mudah dikelola. Luaran lainnya mencakup publikasi media massa daring, video pelaksanaan kegiatan, poster, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat.