Perluas Layanan Kesehatan Gratis, Rumah Sehat BAZNAS Hadir di Jepara

ANP • Saturday, 15 Aug 2026 - 10:42 WIB

JAKARTA -  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Jepara meresmikan Rumah Sehat BAZNAS di kompleks Pondok Pesantren Balekambang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026), sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Sebelumnya terdapat empat Rumah Sehat BAZNAS di Jawa Tengah, yakni di Brebes, Kendal, Sragen, Karanganyar, dan kini bertambah dengan diresmikannya RSB di Jepara.

RSB Balekambang diresmikan oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maemon, Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, S.E., Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Syakhina KH. Muhammad Ma’mun Abdulloh, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara M. Nasrullah Huda.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan, pembangunan RSB Balekambang merupakan ikhtiar BAZNAS dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan BAZNAS terhadap program pemerintah di bidang kesehatan.

"Dengan diresmikannya RSB di kompleks Pondok Pesantren Balekambang, Kabupaten Jepara, di Provinsi Jawa Tengah sudah ada lima rumah sehat yang beroperasi. Sementara yang sudah beroperasi secara nasional sebanyak 33 RSB, 5 RSB masih dalam proses pembangunan, sehingga total terdapat 38 RSB,” ujar Sodik.

Sodik menyampaikan, RSB Balekambang di Kabupaten Jepara ini sudah resmi beroperasi dengan menyediakan berbagai layanan, meliputi poli umum, poli gigi, kesehatan ibu dan anak, farmasi, laboratorium, hingga layanan ambulans.

Sodik mengatakan, dukungan BAZNAS RI pada pembangunan RSB Balekambang, Kabupaten Jepara, mencapai lebih dari Rp2 miliar. 

Sodik berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dikelola secara profesional dan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Sodik juga mendorong agar pengelolaan RSB melibatkan sumber daya manusia setempat, termasuk para santri.

“Pengelolaan harus lebih profesional, mengembangkan kolaborasi dan memanfaatkan SDM setempat, termasuk santri-santri. Bahkan, dokter-dokternya juga ada yang santri dan hafal Al-Qur’an. Itulah semangat yang kita kembangkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sodik mengatakan, BAZNAS akan terus mengembangkan RSB, termasuk menjajaki kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar Rumah Sehat BAZNAS dapat memberikan pelayanan kepada peserta BPJS setelah memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan.

“BAZNAS selain membangun RSB pada periode ini juga akan memberikan dukungan Kartu Sehat BAZNAS bagi mereka-mereka yang tidak mendapatkan BPJS. Jadi, pasiennya itu di sini bisa pasien umum, pasien BPJS jika sudah diizinkan, dan pasien yang mendapatkan kartu sehat dari BAZNAS,” jelas Sodik.

Lebih lanjut, Sodik menegaskan, keberadaan RSB merupakan wujud nyata pemanfaatan amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dititipkan para muzaki dan donatur. Diharapkan, dengan hadirnya RSB tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS.

"Mudah-mudahan BAZNAS juga makin dipercaya, makin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS, semakin banyak juga RSB yang memberikan manfaat, khususnya di 88 kota kabupaten yang masih ada ekstrem," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maemon menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang telah menambah fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah. Ia juga menyambut baik beroperasinya Rumah Sehat BAZNAS (RSB) yang berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren di Jawa Tengah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada BAZNAS. Hari ini Jawa Tengah mendapatkan satu tambahan, sehingga bertambah menjadi lima rumah sehat," ucap Taj Yasin.

“Alhamdulillah kami sebagai pemerintah merasa senang. Karena dengan adanya BAZNAS banyak masyarakat kita yang terbantu. Pada hari ini kita bersama-sama juga bisa merasakan keuangan yang dikelola oleh salah satu lembaga yang dirasakan manfaatnya terhadap umat Islam utamanya adalah untuk sosial. Baik itu kemiskinan sampai ke pendidikan lalu saat ini sampai ke kesehatan,” lanjutnya.

Menurut Taj Yasin, keberadaan RSB juga berpotensi memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pengelolaan yang baik dan berkembangnya RSB diharapkan dapat turut memperkuat ekosistem BAZNAS melalui peningkatan penerimaan zakat dari masyarakat.

“Harapannya selain memberikan dampak kesehatan dan kebermanfaatan di tengah-tengah masyarakat, kalau berkembang baik juga akan menambah BAZNAS. Ada sisihan zakatnya nanti bisa masuk ke BAZNAS lagi untuk mengembangkan BAZNAS,” ujarnya.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Ketua MUI Jawa Tengah Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Kepala PLN Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPJS Jepara, Kepala BPJS Kudus, Kepala Perwakilan PT Asuransi Ramayana Kudus Totok Santoso, Amd., jajaran OPD dan dinas terkait, FORKOPIMDA Jepara, serta FORKOPIMCAM Mayong dan Nalumsari.