BPIP dan Pemkab Belitung Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Indonesia Bermartabat

RED • Tuesday, 4 Aug 2026 - 15:17 WIB

BELITUNG — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Pemerintah Kabupaten Belitung resmi menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Belitung bertajuk "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat untuk Mewujudkan Indonesia yang Bermartabat" di Gedung Serbaguna Kantor Bupati, Selasa (4/8/2026).

​Agenda strategis ini digelar sebagai bentuk pelaksanaan Perpres Nomor 7 Tahun 2018 sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

​Kepala BPIP, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa Pancasila merupakan jiwa pemersatu bangsa yang pengamalannya harus diwujudkan secara konkret dalam perilaku sehari-hari, termasuk bijak dalam menghadapi tantangan era digital.

​"Mari kita jadikan ruang digital sebagai ruang edukasi, ruang persaudaraan, dan ruang penyebaran nilai-nilai kebangsaan, bukan sebagai ruang yang memecah belah persatuan," ujar Yudian.

​Wujud Pancasila dalam Pelayanan Publik dan Integritas

​Senada dengan BPIP, Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos., menekankan bahwa kekuatan Pancasila terletak pada keteguhan moral dan integritas masyarakat serta jajaran birokrasi, bukan sekadar hafalan teori.

​"Yang paling sulit itu sebenarnya bukan menghafal Pancasila, tapi tetap jujur ketika ada kesempatan untuk tidak jujur," tegas Djoni.

​Dari sisi tata kelola pemerintahan, Bupati Belitung menggarisbawahi bahwa pengamalan nilai Pancasila bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) diwujudkan melalui pelayanan publik yang cepat, ramah, dan transparan.

​"Kalau pelayanan publik semakin mudah, ya itulah Pancasila. Kalau anggaran dipakai sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, ya itulah Pancasila," imbuhnya.

​Sinergi dan Keteladanan Nyata

​Melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Belitung ini, BPIP dan Pemkab Belitung menyepakati pentingnya kolaborasi masif antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, pendidik, hingga media.

Keteladanan nyata dan aksi gotong royong dinilai menjadi kunci utama membumikan ideologi bangsa di tingkat akar rumput demi mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat.