
JAMBI — Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa penguatan ideologi Pancasila merupakan kebutuhan yang kian mendesak di tengah dinamika global saat ini.
Langkah intervensi hulu ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan ideologi yang menjadi fondasi utama persatuan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Yudian saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) pada agenda Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila yang diselenggarakan oleh Direktorat Sosialisasi dan Komunikasi BPIP di Kota Jambi. Forum edukasi ini diikuti secara masif oleh seluruh guru tingkat SD, SMP, SMA, dan MA se-Kabupaten/Kota Jambi.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., serta jajaran unsur Forkopimda setempat.
"Bangsa yang besar tidak hanya dibangun dengan kekuatan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh ideologi yang kokoh. Pancasila adalah fondasi yang menyatukan seluruh keberagaman Indonesia. Karena itu, generasi muda harus menjadi pelopor yang menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan, bukan sekadar menghafalnya sebagai teks," tegas Yudian.
Fokus pada Kesamaan Pola Pikir dan Tindak Lapangan
Yudian memaparkan bahwa program pembinaan ideologi Pancasila BPIP kini diarahkan agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan tidak mandek pada kegiatan seremonial semata.
BPIP berfokus membangun tiga pilar utama di lingkungan sekolah dan sosial, yakni kesamaan pola pikir (way of thinking), pola sikap, dan pola tindak masyarakat yang selaras dengan nilai dasar negara.
Guna mencapai sasaran makro tersebut, BPIP mengedepankan metode kolaborasi aktif yang mengikat lima sektor strategis secara simultan:
Dunia Pendidikan: Mengintegrasikan nilai Pancasila ke dalam instrumen karakter budaya belajar mengajar harian.
Aparatur Pemerintah Daerah: Menyediakan regulasi dan ruang dialog yang produktif bagi pemuda di daerah.
Lingkungan Keluarga dan Tokoh Komunitas: Menanamkan pengamalan nilai secara natural sebagai kesadaran bersama sejak dini.
Pola pembinaan yang terstruktur ini diproyeksikan menjadi benteng utama persatuan bangsa sekaligus motor penggerak utama dalam mencetak generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Daerah Komitmen Sediakan Ruang Edukasi
Langkah taktis BPIP ini disambut baik oleh otoritas pemerintah daerah. Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menyatakan apresiasinya atas kehadiran langsung BPIP di daerah dan menegaskan komitmen Pemprov Jambi untuk siap memperkuat sinergi agar nilai-nilai kebangsaan semakin membumi di kalangan pelajar.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menilai kegiatan ini memberikan injeksi penguatan instrumen moral yang sangat penting bagi birokrasi daerah dalam membentuk karakteristik siswa yang berintegritas.
"Pemerintah Kota Jambi siap bersergi dalam menghadirkan ruang-ruang edukasi yang menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Dengan semangat gotong royong dan kebhinekaan, kami optimistis akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan memiliki komitmen kuat terhadap NKRI," pungkas Maulana.