
JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan bantuan pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sebagai upaya memperluas akses kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas.
Peluncuran Program tersebut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA, bersama Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D, Bupati Boyolali Agus Irawan, Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc, MA., dan para penerima manfaat program, di Kantor Bupati Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA, menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus berpihak kepada penyandang disabilitas agar dapat memperoleh hak dan kesempatan yang setara, termasuk dalam mengakses pelatihan serta kesempatan kerja yang layak.
"Keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan, rendahnya tingkat penerimaan di dunia kerja, serta minimnya lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas menjadi faktor utama yang memperlemah partisipasi angkatan kerja disabilitas. Inilah yang BAZNAS dan Kemnaker upayakan bersama, membuka akses pelatihan, pendampingan, dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas," ujarnya.
Mokhamad Mahdum menilai, program tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun ekosistem kerja yang inklusif dan nondiskriminatif.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan, BAZNAS akan terus mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki untuk kemaslahatan umat, termasuk memberikan perhatian kepada kelompok penyandang disabilitas.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D. menilai kolaborasi dengan BAZNAS RI memperkuat upaya pemerintah dalam memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang dapat mengembangkan keterampilan dan terserap di dunia kerja.
"Ini adalah inisiatif yang luar biasa. Ada satu amanat konstitusi yang ingin dan harus kita perjuangkan, yaitu setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Atas dasar itulah kami ke sini. Jadi, Boyolali menjadi salah satu titik yang menurut saya memiliki potensi untuk mendapatkan bantuan dari BAZNAS," ujar Yassierli
"Dengan adanya pelatihan ini, saya yakin program ini harus dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ini adalah upaya kita untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Boyolali Agus Irawan mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Kementerian Ketenagakerjaan atas pelaksanaan program di Kabupaten Boyolali.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Kementerian Ketenagakerjaan atas perhatian kepada masyarakat Boyolali. Semoga program ini dapat memberikan manfaat dan membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan mandiri,” jelasnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi dukungan bagi upaya daerah dalam meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.
"Kami juga terus mendorong terciptanya Kabupaten Boyolali sebagai daerah yang inklusif dengan memberikan peluang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelatihan dan akses terhadap dunia kerja," ujar Agus.
Dalam program tersebut, BAZNAS RI memberikan bantuan sebesar Rp250 juta kepada 25 penerima manfaat. Bantuan itu mendukung pelaksanaan program yang mencakup pelatihan keterampilan kerja, pendampingan intensif, hingga fasilitasi akses penempatan kerja yang disesuaikan dengan potensi dan kemampuan masing-masing penerima manfaat serta kebutuhan dunia usaha.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Boyolali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boyolali, Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, para kepala perangkat daerah Kabupaten Boyolali, serta kepala dinas yang membidangi ketenagakerjaan se-Solo Raya.