
Halmahera Barat – Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila bertema "Program Diskusi Interaktif untuk Menggali Karakter Kebangsaan dan Nilai-Nilai Pancasila". Acara yang diinisiasi oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini berlangsung meriah di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Kamis (25/6).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPIP Yudian Wahyudi, didampingi Plt. Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Surahno, beserta jajaran. Antusiasme luar biasa sangat terasa dengan hadirnya 500 tenaga pendidik dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Halmahera Barat. Para guru ini dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda sejak usia dini.
Mewakili Gubernur Maluku Utara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku Utara Kadir La The, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran BPIP di Halmahera Barat. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ideologi bangsa.
"Pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Para pendidik memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan zaman," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad juga memberikan apresiasi kepada BPIP yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan penguatan ideologi Pancasila.
Djufri menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pembangunan karakter yang berlandaskan nilai luhur Pancasila harus menjadi fondasi utama pembangunan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPIP Yudian Wahyudi kembali mengingatkan bahwa Pancasila merupakan jiwa, kepribadian, sekaligus pedoman hidup bangsa. Ia mengajak para guru sebagai ujung tombak pendidikan untuk menjadi teladan dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini sukses menjadi ruang dialog dan pembelajaran bersama yang menggugah semangat para pahlawan tanpa tanda jasa. Dampak positif dari sosialisasi ini pun dirasakan langsung oleh para peserta.
Hal tersebut diungkapkan oleh Indri Oktaviani, seorang guru dari SD Inpres 5 Halmahera Barat. Ia merasa kegiatan ini memberikan wawasan dan dukungan yang sangat krusial bagi tenaga pendidik di daerah.
"Kegiatan ini sangat mendukung kami sebagai guru di dalam memperkuat Pendidikan Pancasila di SD, khususnya di tempat saya mengajar. Dengan adanya kegiatan ini, kita bisa lebih mendalami bagaimana ideologi Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia," ungkap Indri.
Tidak hanya sebatas diskusi, dukungan BPIP berupa literatur juga dinilai sangat membantu tugas mereka di lapangan. "Buku yang telah kami terima ini bagi saya sangat bermanfaat untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila," tambahnya.
Melalui kolaborasi erat antara BPIP, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran dunia pendidikan dalam mencetak generasi yang berkarakter Pancasila, cinta tanah air, serta teguh dalam menjaga persatuan bangsa.