BPIP Ajak Warga Perkuat Pancasila agar Tidak Tertinggal di Tengah Kemajuan Daerah

MUS • Friday, 5 Jun 2026 - 20:11 WIB

JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak masyarakat Kabupaten Jembrana memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai bekal menghadapi perubahan besar yang mulai hadir di daerah tersebut. Melalui Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila yang digelar di Istana Agung Jimbarwana, Bali, Jumat (5/6), BPIP ingin memastikan kemajuan yang datang ke Jembrana dapat dinikmati oleh masyarakat setempat tanpa kehilangan jati diri, budaya, dan semangat persatuan yang selama ini menjadi kekuatan daerah tersebut.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 500 peserta yang terdiri atas guru, siswa, dan organisasi kemasyarakatan ini berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Bagi masyarakat Jembrana, sosialisasi ini tidak hanya berbicara tentang ideologi negara, tetapi juga tentang masa depan daerah yang tengah bersiap menyambut berbagai peluang pembangunan.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Kabupaten Jembrana diproyeksikan menjadi salah satu kawasan yang berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang. Berbagai pembangunan dan investasi diperkirakan akan membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus menghadirkan tantangan sosial yang perlu diantisipasi sejak dini. Karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi penting agar masyarakat tetap menjadi pelaku utama pembangunan dan tidak kehilangan pijakan di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa kemajuan pembangunan harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter masyarakat.

“Pembangunan akan berhasil apabila masyarakatnya memiliki karakter yang kuat. Pancasila mengajarkan kita untuk menjaga persatuan, saling membantu, menghormati perbedaan, dan memastikan bahwa kemajuan dapat dirasakan bersama. Jangan sampai perkembangan yang datang justru membuat masyarakat kehilangan arah atau tercerabut dari nilai-nilai yang selama ini dijaga,” ujar Yudian.

Lebih lanjut, Yudian mengingatkan bahwa derasnya arus teknologi dan informasi membawa berbagai pengaruh yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, masyarakat memerlukan pegangan yang kuat agar mampu menyaring setiap perubahan tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Penguatan karakter tersebut, menurut Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Wisnu Bawa Tenaya, harus dimulai dari dunia pendidikan. Ia menaruh perhatian besar pada peran guru dan orang tua dalam membentuk generasi muda yang akan menjadi penentu masa depan Jembrana.

“Anak-anak Jembrana harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berkarakter. Mereka harus memiliki kejujuran, disiplin, semangat belajar, dan kepedulian terhadap sesama. Tugas besar itu berada di tangan para guru dan orang tua yang setiap hari mendampingi mereka,” katanya.

Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Pengkajian dan Materi sekaligus Plt. Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Surahno mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sejak awal dibangun di atas semangat persatuan dan musyawarah.

“Bangsa ini berdiri karena para pendiri bangsa memilih persatuan daripada perpecahan. Nilai itulah yang harus kita jaga bersama. Ketika masyarakat tetap rukun dan bergotong royong, tantangan sebesar apa pun dapat dihadapi,” ujarnya.

Semangat persatuan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi masyarakat Jembrana dalam menyambut berbagai peluang yang akan hadir di masa mendatang. 

Lebih lanjut disampaikan oleh Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI Arya Wedakarna yang menilai masyarakat perlu mempersiapkan diri sejak sekarang agar mampu bersaing dan mengambil manfaat dari perkembangan daerah.

“Jembrana memiliki masa depan yang sangat besar. Akan ada banyak peluang ekonomi, lapangan pekerjaan, dan aktivitas baru yang tumbuh di daerah ini. Karena itu, masyarakat harus meningkatkan kemampuan diri, menguasai teknologi, dan memperkuat pendidikan agar dapat mengambil manfaat dari perubahan yang terjadi. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri,” katanya.

Menurut Arya Wedakarna, pembangunan yang sedang berlangsung harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi generasi muda Jembrana sebagai pelaku utama pembangunan.

Melalui kegiatan ini, BPIP berharap masyarakat Jembrana semakin percaya diri menghadapi masa depan. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, masyarakat tidak hanya mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang datang, tetapi juga menjaga kerukunan sosial, melestarikan budaya lokal, serta memperkuat identitas kebangsaan di tengah arus perubahan zaman.

Pada akhirnya, bagi masyarakat Jembrana, Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila, melainkan pedoman hidup yang menjaga kebersamaan, memperkuat harapan, dan memastikan bahwa setiap kemajuan yang hadir dapat membawa manfaat bagi seluruh warga tanpa terkecuali.