Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan Plaza BPJamsostek dan Poltekes Jakarta III: Lindungi 3.000 Mahasiswa Magang Lewat Program BPU

MUS • Tuesday, 7 Jul 2026 - 10:29 WIB

Jakarta - BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kantor Cabang Plaza BPJamsostek terus menggencarkan perluasan cakupan perlindungan jaminan sosial. Kali ini, langkah proaktif dilakukan dengan menggelar sosialisasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada jajaran manajemen dan seluruh mahasiswa baru di Poltekes Jakarta III.

Kegiatan sosialisasi ini diwakili oleh petugas representatif dari Plaza BPJamsostek, Wendy dan Rezza. Kunjungan tersebut menghasilkan koordinasi strategis dengan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Bendahara Poltekes Jakarta III, Tyias, guna membahas mekanisme pendaftaran mahasiswa yang akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Plaza BPJamsostek, Ramdani, menyambut baik kolaborasi positif ini. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang melakukan kegiatan magang atau praktik kerja di lapangan memiliki risiko yang sama dengan pekerja pada umumnya, sehingga mutlak membutuhkan perlindungan jaminan sosial.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian dari pihak Poltekes Jakarta III, terhadap keselamatan dan kesejahteraan mahasiswanya. Mahasiswa yang terjun untuk PKL atau magang sangat rentan terhadap risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, pendaftaran mereka ke dalam program Bukan Penerima Upah (BPU) adalah langkah perlindungan preventif yang sangat tepat," ujar Ramdani.

Lebih lanjut, Ramdani menjelaskan bahwa perlindungan jaminan sosial bagi siswa magang ini diharapkan dapat menjalankan tugas praktik kemedisan atau lapangan mereka secara maksimal.

Sebagai tindak lanjut dari koordinasi tersebut, tim BPJamsostek Plaza telah bergerak cepat dengan menyiapkan sistem pendaftaran berbasis digital

"Saat ini terdapat potensi besar sekitar 3.000 mahasiswa Poltekes Jakarta III yang akan segera melaksanakan praktik kerja lapangan. Kami akan terus melakukan follow up dan pendampingan agar seluruh mahasiswa ini terdaftar dan terlindungi secara komprehensif sebelum mereka memulai tugasnya di fasilitas kesehatan maupun masyarakat," tutup Ramdani.

Melalui sinergi ini, diharapkan semakin banyak institusi pendidikan yang sadar akan pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sejak dini, sebagai bentuk jaring pengaman dan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi setiap warganya.