
TANGERANG – Universitas Bunda Mulia (UBM) menegaskan bahwa kehadiran UBM AI Tutor tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dosen, melainkan menjadi alat pendukung yang membantu proses pembelajaran mahasiswa secara lebih personal dan terukur.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul peluncuran UBM AI Tutor, platform asisten akademik berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dengan kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Dekan Fakultas Teknologi dan Desain UBM, Adhiguna Mahendra, mengatakan penerapan OBE menuntut dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga memastikan setiap mahasiswa mencapai kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
"Sebagai dosen, tanggung jawab kami cukup besar. Kami harus memastikan mahasiswa memahami materi secara individual," ujar Adhiguna di Kampus UBM Alam Sutera, Tangerang, Rabu (10/6).
Menurutnya, AI Tutor membantu dosen memetakan kekuatan dan kelemahan setiap mahasiswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif. Mahasiswa juga dapat memperoleh pendampingan akademik kapan saja tanpa harus menunggu jadwal konsultasi dengan dosen.
"Mahasiswa bisa bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Dosen juga dapat melihat perkembangan mereka sehingga pembelajaran menjadi lebih student-centered," katanya.
Meski demikian, UBM memastikan seluruh proses penilaian akademik tetap berada di tangan dosen. Adhiguna menegaskan AI hanya berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan pengganti pengajar maupun evaluator.
"AI Tutor hanya alat bantu belajar. Evaluasi tetap dilakukan dosen. Kami juga memiliki mekanisme untuk melihat apakah suatu pekerjaan merupakan hasil pemikiran mahasiswa sendiri atau terlalu bergantung pada AI," tegasnya.
Proyek Percontohan
Sementara itu, Direktur Marketing dan Fasilitas UBM, Young Dame Rosemary Napitupulu, menjelaskan bahwa saat ini AI Tutor masih diterapkan sebagai proyek percontohan di Program Studi Akuntansi sebelum diperluas ke seluruh program studi.
"Ke depan semua program studi akan memiliki AI Tutor. Platform ini juga terintegrasi dengan portal mahasiswa sehingga penggunaannya dapat dipantau," ujarnya.
UBM menjadi salah satu perguruan tinggi yang mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam sistem pembelajaran berbasis OBE. Melalui pendekatan ini, kampus berharap proses belajar tidak hanya lebih fleksibel, tetapi juga mampu membantu dosen memantau ketercapaian capaian pembelajaran mahasiswa secara lebih akurat dan berkelanjutan.