Menteri PANRB: Purnabakti ASN Tetap Menjadi Pilar Pengabdian Bangsa

MUS • Saturday, 25 Jul 2026 - 18:39 WIB

Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan bahwa para purnabakti Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XV Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 PWRI di Jakarta, Jumat (24/7).

Dalam sambutannya, Menteri PANRB menyampaikan apresiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada seluruh keluarga besar PWRI atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama mengabdi sebagai aparatur negara. Menurutnya, kemajuan birokrasi saat ini tidak terlepas dari kontribusi para purnabakti ASN yang telah membangun fondasi pemerintahan selama puluhan tahun.

Menteri Rini mengatakan tema Munas XV PWRI, "Satu Tekad Satu Jiwa Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama", mencerminkan semangat untuk terus memperkuat solidaritas, menjaga nilai-nilai pengabdian, serta mewariskan pengalaman dan keteladanan kepada generasi penerus ASN. Ia menilai kebijaksanaan para Wredatama merupakan aset nasional yang sangat berharga dalam mendukung reformasi birokrasi dan pembangunan bangsa.

Di tengah transformasi birokrasi yang semakin mengedepankan digitalisasi dan sistem merit, Menteri PANRB menekankan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya bergantung pada teknologi maupun regulasi baru, tetapi juga pada karakter, pengalaman, dan keteladanan yang diwariskan para senior ASN.

"Sistem birokrasi modern berdiri di atas fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu. Nilai-nilai dasar BerAKHLAK harus terus dilestarikan dan menjadi pegangan dalam melayani masyarakat," ujarnya.

Menteri PANRB juga menyoroti tantangan Indonesia yang telah memasuki era aging population. Menurutnya, kondisi tersebut justru membuka peluang melalui konsep Silver Economy dan Active Aging, di mana para Wredatama memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan, pengalaman, dan kebijaksanaan bagi generasi berikutnya. Ia mengapresiasi langkah PWRI yang meluncurkan pendataan anggota nasional serta Kartu Tanda Anggota (KTA) Digital sebagai bentuk adaptasi terhadap transformasi digital.

Selain itu, Menteri Rini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kesejahteraan purnabakti ASN melalui pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, khususnya terkait Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para aparatur negara.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PANRB menitipkan tiga harapan kepada PWRI, yakni terus menjadi penjaga nilai-nilai pengabdian ASN, menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan bagi kebijakan publik, serta memperkuat persatuan dan optimisme bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup sambutannya sekaligus membuka Munas XV PWRI, Menteri PANRB mengajak seluruh keluarga besar PWRI untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan menjadikan organisasi sebagai rumah besar bagi para abdi negara yang tetap mengabdi meski telah memasuki masa purnatugas.

"Pengabdian seorang Abdi Negara tidak pernah mengenal kata titik, yang ada hanyalah koma untuk melanjutkan pengabdian dalam bentuk baru. Terima kasih atas seluruh dedikasi dan teladan mulia bagi Ibu Pertiwi," tutup Menteri PANRB.

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Ketua Umum PWRI Setyanto P. Santosa menegaskan bahwa menjadi anggota PWRI merupakan sebuah kehormatan yang lahir dari perjalanan panjang pengabdian kepada negara. Menurutnya, status sebagai purnabakti ASN bukan sekadar penanda berakhirnya masa kerja, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi, integritas, dan kerja keras yang telah diberikan dalam melayani masyarakat selama puluhan tahun. Kebanggaan tersebut, kata dia, harus menjadi energi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi bangsa.

Setyanto juga mengingatkan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Ia menyebut para Wredatama kini memasuki fase kedua pengabdian dengan cara yang berbeda. Pengalaman, kearifan, dan kecintaan kepada Indonesia tetap menjadi modal utama untuk berkontribusi dalam pembangunan. Menurutnya, para purnabakti ASN adalah fondasi birokrasi Indonesia yang telah melahirkan berbagai kebijakan, pelayanan publik, dan sistem pemerintahan yang dinikmati masyarakat hingga saat ini.

Menghadapi visi Indonesia Emas 2045, PWRI berkomitmen melakukan transformasi organisasi pada periode 2026–2031 agar menjadi organisasi yang andal, modern, digital, mandiri, dan berpengaruh. Transformasi tersebut tetap berpijak pada nilai-nilai yang tidak lekang oleh zaman, yakni kearifan, integritas, keteladanan, dan pengalaman. Setyanto menegaskan, PWRI akan terus menjadi rumah besar bagi para Wredatama yang menghadirkan pelayanan, perlindungan, kesempatan berkarya, serta memperkuat persaudaraan antarpurnabakti ASN.