
Teheran – Situasi di Teheran, Iran, pasca-serangan beberapa waktu lalu dilaporkan mulai berangsur normal. Meski sempat terjadi kepanikan di awal konflik, aktivitas masyarakat kini kembali kondusif, didukung oleh kebijakan pemerintah setempat yang membebaskan biaya sejumlah layanan publik.
Dalam program Trijaya Hot Topic, Kamis (16/4), mahasiswa Indonesia yang berada di Teheran, Hisam Sidqi menceritakan, pada hari pertama dan kedua penyerangan, warga Iran sempat mengalami kepanikan yang ditandai dengan panjangnya antrean di SPBU dan toko kebutuhan pokok.
“Namun sejak hari ketiga sampai sekarang semuanya normal. Tidak ada antrian apapun,” ujar Hisam.
Menariknya, di tengah tekanan konflik, Pemerintah Iran justru memberikan kebijakan khusus bagi rakyatnya. Saat kilang minyak di Teheran digempur, pemerintah langsung menggratiskan biaya minyak.
Kebijakan ini juga menyasar sektor transportasi massal yang dapat dinikmati oleh warga lokal maupun warga negara asing (WNA). “Termasuk metro atau kereta bawah tanah masih gratis sampai sekarang ini. Kita sebagai warga asing juga bisa mengakses seluruh layanan tersebut,” tambahnya.
Terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI), Hisam memastikan seluruh WNI di Iran dalam kondisi aman di bawah pengawasan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). KBRI, kata Hisam, memfasilitasi tempat perlindungan bagi WNI yang memerlukan.
“KBRI menyediakan tempat bagi yang ingin dievakuasi. Ditampung di KBRI atau tempat milik atase pertahanan yang berada dekat gedung kedutaan,” ucapnya.
Di tengah situasi ini, semangat solidaritas WNI juga tetap tinggi. “Bahkan di kota Qom banyak mahasiswa Indonesia buka stand makanan untuk dibagikan ke sesama WNI maupun orang Iran,” ungkap Hisam.
Di sisi lain, Hisam menyoroti tingginya semangat patriotisme rakyat Iran. Hingga saat ini, jutaan orang dilaporkan telah mendaftarkan diri sebagai relawan untuk membela negara jika eskalasi konflik meningkat.
“Per hari ini yang sudah mendaftar (sebagai relawan) untuk membela Iran itu kurang lebih 24 juta orang dan terus bertambah,” tegasnya.
Menurut Hisam, Iran kini dalam posisi siaga penuh, apabila gencatan senjata berakhir dan konflik dengan Amerika-Israel berlanjut. “Seandainya Amerika menyerang lewat darat, Iran sudah sangat siap. Bahkan ditunggu!” pungkas Hisam.