Bulog Berangkatkan 709 Pemudik Gratis, Pastikan Stok Beras Nasional Aman

AKM • Tuesday, 17 Mar 2026 - 22:33 WIB
Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani secara resmk memberangkatkan sebanyak 709 peserta mudik gratis menggunakan 15 unit bus menuju 15 kota di Pulau Jawa dan Sumatera

Jakarta - Perum Bulog memberangkatkan sebanyak 709 peserta mudik gratis menggunakan 15 unit bus menuju 15 kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Pelepasan peserta dilakukan di halaman parkir belakang Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Selasa (17/3), sebagai bagian dari program bertema “Mudik Aman Berbagi Harapan”.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung masyarakat agar dapat mudik dengan aman dan nyaman menjelang Hari Raya.

Dalam sambutannya, Rizal menekankan pentingnya keselamatan selama perjalanan, khususnya kepada para pengemudi bus. Ia mengingatkan agar sopir tidak memaksakan diri saat lelah dan mengutamakan keamanan seluruh penumpang.

“Pak sopir tidak boleh ngantuk, kalau ngantuk berhenti dulu dan gantian dengan sopir cadangan. Yang penting keselamatan pemudik. Saya ingin berangkat 709 orang, pulang juga 709 orang, tidak boleh kurang,” ujarnya.

Sebanyak 15 armada bus tersebut diberangkatkan menuju berbagai kota tujuan, antara lain Semarang, Purwokerto, Wonosari, Purwodadi, Cilacap, Yogyakarta, Klaten, Wonosobo, Purwantoro, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Malang, Metro (Lampung), dan Palembang. Peserta mudik terdiri dari masyarakat umum serta pegawai di lingkungan Bulog.

Selain menyediakan transportasi gratis, Bulog juga membekali para pemudik dengan berbagai perlengkapan perjalanan seperti kaos dan topi mudik, goodie bag, payung, travel kit, obat-obatan, serta konsumsi untuk berbuka puasa.

Stock Beras Aman

Di kesempatan yang sama, Rizal juga memastikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman. Ia menyebutkan, saat ini stok beras mencapai sekitar 4 juta ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan.

“Kami minta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena stok beras dalam kondisi aman dan mencukupi,” tegasnya.

Terkait penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Rizal mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran saat ini mencapai sekitar 860 ribu ton, menyesuaikan kebijakan terbaru dari Badan Pangan Nasional.

Ia menambahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, penyaluran beras SPHP pada 2026 akan dilakukan sepanjang tahun tanpa penghentian sementara, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.

Selain itu, Bulog juga mengintensifkan distribusi beras selama Ramadan dan Lebaran melalui kegiatan pasar murah yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

“Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan selama periode hari besar keagamaan,” tandasnya.