BULOG Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Stok Beras Nasional Capai Rekor 5,4 Juta Ton

AKM • Tuesday, 30 Jun 2026 - 13:01 WIB
Perum BULOG membuka akses kepada kalangan akademisi untuk melihat secara langsung tata kelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui kunjungan mahasiswa lintas fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) ke Gudang BULOG Sunter, Kelapa Gading, Jakarta

Jakarta – Perum BULOG membuka akses kepada kalangan akademisi untuk melihat secara langsung tata kelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui kunjungan mahasiswa lintas fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) ke Gudang BULOG Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi publik mengenai peran strategis BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Kunjungan dipimpin langsung Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, didampingi Direktur Operasi beserta jajaran manajemen Kantor Pusat dan Kantor Wilayah DKI Jakarta-Banten.

Dalam kesempatan itu, para mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai sistem pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, mulai dari proses penerimaan gabah dan beras, pengendalian mutu, sistem penyimpanan, hingga distribusi. Mereka juga diajak meninjau langsung Sentra Pengolahan Beras (SPB) BULOG untuk melihat tahapan pembersihan, pemolesan, pengemasan, hingga menghasilkan beras siap konsumsi sesuai standar kualitas.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa keterbukaan informasi kepada masyarakat, khususnya kalangan akademisi, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan cadangan pangan nasional.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga melihat langsung bagaimana Cadangan Beras Pemerintah dikelola secara profesional. Gudang BULOG terbuka sebagai sarana edukasi agar masyarakat mengetahui bahwa stok beras nasional benar-benar tersedia, dikelola dengan baik, dan siap digunakan untuk menjaga stabilitas pangan," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Ia menjelaskan, kondisi gudang yang penuh di Sunter mencerminkan situasi serupa di berbagai gudang BULOG di seluruh Indonesia. Menurutnya, keberadaan stok yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

"Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi, tetapi juga kemampuan negara mengelola cadangan pangan secara efektif. Karena itu, BULOG terus memperkuat sistem penyimpanan, pengolahan, dan distribusi agar stok tetap berkualitas hingga sampai ke tangan masyarakat," katanya.

Selain memperkenalkan sistem pengelolaan beras, BULOG juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam bidang riset, inovasi teknologi, dan pengembangan sektor pangan.

"Kami berharap kampus tidak hanya menjadi mitra dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang dapat memperkuat sistem logistik pangan nasional. Sinergi antara BULOG dan perguruan tinggi sangat penting untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan," tambah Ahmad Rizal.

Dalam kunjungan tersebut, BULOG juga memaparkan capaian pengelolaan stok beras nasional. Hingga 29 Juni 2026, realisasi pengadaan beras telah melampaui 3,2 juta ton, atau lebih dari 80 persen target pengadaan tahun 2026.

Capai 5,4 Juta Ton

Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG telah mencapai sekitar 5,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Capaian tersebut dinilai menjadi modal strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Perwakilan mahasiswa UGM dari Fakultas Peternakan, Edwin, mengaku memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan di ruang kuliah.

"Kunjungan ini memberikan gambaran utuh mengenai rantai pengelolaan beras, mulai dari penyimpanan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan. Kami bahkan diberi kesempatan melihat dan mencoba proses pengemasan serta berdiskusi mengenai peluang penelitian bersama BULOG," ujarnya.

Mahasiswa lainnya juga mengapresiasi sistem penyimpanan beras di BULOG yang dinilai bersih, tertata, dan didukung teknologi modern sehingga mampu menjaga kualitas beras premium maupun medium sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Melalui program kunjungan edukatif ini, BULOG berharap semakin banyak kalangan akademisi yang memahami fungsi strategis Cadangan Beras Pemerintah sebagai instrumen penting menjaga ketahanan pangan nasional. Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga diharapkan melahirkan berbagai inovasi yang memperkuat sistem pangan Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.