Kekuatan Organisasi di Masyarakat, Wamenbud: Ada Pada Kolaborasi dan Kepedulian

AKM • Friday, 27 Feb 2026 - 23:15 WIB
Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha, Tokoh lPemuda, dan Anak Yatim  Hadir Berphoto Bersama (Istimewa)

Jakarta – Bepro menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Buka Puasa Bersama 2026 di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Forum ini menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus pengesahan roadmap strategis organisasi yang dirumuskan dari aspirasi DPD seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah Bepro yang tidak hanya fokus pada konsolidasi organisasi, tetapi juga aksi nyata di bidang pendidikan dan kemanusiaan.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kekuatan organisasi ada pada kolaborasi dan kepedulian. Ketika solidaritas dibangun dengan aksi nyata, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Giring.

Ia menambahkan bahwa pemerintah mendorong partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat sektor pendidikan dan kebudayaan, terutama di wilayah terdampak bencana.

“Kita butuh gerakan bersama. Pendidikan tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh komponen bangsa,” katanya.

Kerja Kolektif

Ketua Umum Bepro, Lutfi Dipa, menegaskan bahwa Rapimnas merupakan hasil kerja kolektif seluruh pengurus.

“Rapimnas ini terwujud berkat masukan konstruktif dari seluruh pengurus. Ini murni hasil kolaborasi dan semangat solidaritas yang kuat,” ujarnya.

Ia juga menyebut peran Ketua Dewan Penasihat Kawendra Lukistian dan Ketua Dewan Pembina Ibnu Riza dalam mengawal arah organisasi.

Inisiasi Sekolah Darurat

Dalam Rapimnas tersebut, Bepro turut memperkenalkan program Sekolah Darurat melalui inisiatif Sekolah Tanah Air. Program ini merespons kerusakan ribuan sekolah di Sumatera akibat bencana.

Program akan berjalan dalam tiga fase: tanggap darurat, stabilisasi, dan transisi pemulihan, dengan fokus awal di tiga titik di Provinsi Aceh. Fasilitas yang disiapkan meliputi tenda belajar, sanitasi, dan pelatihan guru lokal.

“Sekolah darurat bukan sekadar ruang sementara, tetapi menjaga agar harapan anak-anak tidak padam,” ujar Rian Fahardhi.

Nuansa kebersamaan semakin kental dengan hadirnya sejumlah tokoh publik dan pejabat negara. Tampak hadir Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, serta Anggota DPR RI Kawendra Lukistian. Dari sektor korporasi, hadir pula petinggi Telkomsel seperti Abdullah Fahmi dan Emir Gema Surya.

Acara ditutup dengan santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Bepro berharap semangat persaudaraan yang terbangun dalam Rapimnas ini menjadi energi untuk menjalankan program-program yang lebih luas dan berdampak bagi Indonesia.