Peringati HPN 2026, Pers Jadi Pilar Pengawasan Demokrasi dan Wakil Rakyat

AKM • Monday, 9 Feb 2026 - 18:14 WIB
Ilustrasi Hari Pers Nasional (HPN) 2026

Jakarta — Peran pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi yang mengawal aspirasi rakyat dan mengawasi kinerja para wakil rakyat.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Saadiah Uluputty, menegaskankerja jurnalistik yang dilakukan insan pers selama ini berkontribusi besar dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan negara, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif. Melalui pemberitaan yang faktual dan berimbang, masyarakat dapat mengetahui jalannya pemerintahan sekaligus menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik.

“Pers memiliki posisi strategis dalam demokrasi. Melalui pemberitaan, suara masyarakat bisa tersampaikan dan menjadi perhatian para pengambil kebijakan, termasuk di parlemen,” ujar Saadiah dalam keterangannya, Senin (9/2).

Ia menilai keberadaan media yang independen turut mendorong DPR RI untuk bekerja lebih terbuka serta bertanggung jawab terhadap amanat konstitusi. Pemberitaan kritis, menurutnya, merupakan bentuk kontrol publik yang sehat dan diperlukan dalam sistem demokrasi.

Saadiah juga menekankan bahwa pengawasan pers tidak dimaksudkan untuk melemahkan lembaga negara, melainkan sebagai upaya koreksi agar kebijakan dan kinerja wakil rakyat tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Pers bukan lawan, tetapi mitra demokrasi. Kritik yang disampaikan media justru membantu memperbaiki kinerja lembaga legislatif agar lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat,” katanya.

Dalam konteks sejarah, Saadiah menyebut pers Indonesia telah memainkan peran penting sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi. Media menjadi sarana edukasi publik sekaligus ruang artikulasi aspirasi masyarakat terhadap berbagai isu nasional.

Ia juga menyoroti kontribusi wartawan dalam mengangkat persoalan strategis seperti kesejahteraan sosial, penegakan hukum, serta keadilan. Tidak jarang, isu-isu yang diangkat media menjadi bahan pertimbangan penting dalam pembahasan kebijakan di parlemen.

“Banyak persoalan yang awalnya luput dari perhatian kemudian menjadi agenda serius negara karena peran media. Ini membuktikan bahwa pers ikut mendorong perubahan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Saadiah berharap pers nasional terus menjaga profesionalisme, independensi, dan etika jurnalistik. Ia meyakini pers yang kuat dan bertanggung jawab akan memperkuat demokrasi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Selamat Hari Pers Nasional. Semoga pers Indonesia terus menjadi penjaga kepentingan rakyat dan mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah dan wakil rakyat,” tutup Saadiah.