Jakarta — Rumah Sakit Premier Bintaro memperkenalkan teknologi artificial ligament atau urat buatan sebagai metode baru penanganan cedera putus ligamen lutut. Teknologi ini menjadi alternatif pengganti teknik konvensional yang selama ini menggunakan urat dari bagian tubuh pasien sendiri.
Ahli bedah ortopedi dan trauma sekaligus Konsultan Cedera Olahraga, dr. Sapto Hardjosworo, Sp.OT, Subsp.CO, mengatakan selama ini penanganan cedera ligamen lutut dilakukan dengan mengambil urat dari belakang paha atau betis pasien. Metode tersebut dinilai efektif, namun memiliki konsekuensi karena harus mengorbankan jaringan tubuh lain.
“Sekarang sudah dikembangkan urat buatan untuk menggantikan ligamen yang putus. Ini menjadi alternatif tanpa harus mengambil urat dari bagian tubuh lain,” ujar dr. Sapto.
Menurutnya, kasus cedera ligamen lutut tergolong tinggi, terutama pada cabang olahraga yang mengandalkan kelincahan dan kecepatan, seperti sepak bola, basket, dan bulu tangkis. Meski belum ada data nasional yang pasti, dr. Sapto menyebut hampir setiap hari tindakan operasi cedera lutut dilakukan di Indonesia.
Urat buatan tersebut terbuat dari bahan khusus yang dirancang agar kompatibel dengan tubuh manusia dan tidak menimbulkan reaksi penolakan. Secara struktur, artificial ligament menyerupai serabut benang yang dijalin membentuk pita, mirip dengan bentuk ligamen alami.
Dari sisi pemulihan, teknologi ini diklaim mampu mempercepat waktu pemulihan pasien. Jika sebelumnya pasien membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk kembali berolahraga, dengan artificial ligament masa pemulihan dapat dipersingkat menjadi sekitar tiga bulan.
“Tujuan operasi adalah mengembalikan pasien ke aktivitas semula, baik untuk olahraga maupun aktivitas sehari-hari,” jelas dr. Sapto.
Selain itu, biaya tindakan dinilai lebih kompetitif karena waktu pemulihan yang lebih singkat. Teknologi artificial ligament ini merupakan yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia.
RS Premier Bintaro mengadopsi teknologi tersebut dari China dengan menghadirkan Prof. Tao Kun untuk mendemonstrasikan prosedur operasi kepada para dokter bedah ortopedi. Teknologi ini dipilih karena telah banyak digunakan dan dikembangkan di China.
Dengan hadirnya teknologi ini, RS Premier Bintaro berharap artificial ligament dapat menjadi pilihan baru dalam penanganan cedera ligamen lutut di Indonesia.