FIKES UNAS Gelar Konferensi Internasional ke-3 Bahas Transformasi Pelayanan Kesehatan di Era Digital

ANP • Sunday, 16 Nov 2025 - 12:45 WIB
Wakil Rektor Bidang PPMK Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt Dalam Membuka Kegiatan

Jakarta - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional (FIKES UNAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjembatani inovasi dan kemanusiaan melalui kegiatan The 3rd International Conference on Health Sciences (ICHS) bertajuk “Pelayanan Kesehatan di Era Digital: Mengintegrasikan Teknologi dan Kesejahteraan Holistik.”

Konferensi internasional ini diselenggarakan secara hybrid di Auditorium UNAS Pejaten, Jakarta Selatan, dan melalui Zoom Meeting pada Kamis, (13/11/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-76 Universitas Nasional, sekaligus menjadi forum akademik lintas negara yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi kesehatan dari Indonesia serta mancanegara.

ICHS ke-3 ini bertujuan untuk memperkuat jejaring kolaborasi antarpeneliti di bidang ilmu kesehatan, memperluas publikasi ilmiah, serta membuka ruang pertukaran pengetahuan global. Melalui konferensi ini, peserta berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka dan mempublikasikannya di jurnal internasional bereputasi.

Sambutan oleh Dekan FIKES UNAS Prof. Dr. Retno Widowati, M.Si. dalam acara ICHS

Ketua Pelaksana ICHS 2025, Dr. Ns. Dayan Hisni, S.Kep., M.N.S., dalam laporannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya konferensi tersebut.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami untuk menyambut Anda semua di konferensi internasional ke-3 ini, dan revolusi digital telah membawa era baru layanan kesehatan. Inovasi seperti telemedis, kecerdasan buatan (AI), rekam medis elektronik, dan wearable health tracker mengubah cara layanan kesehatan diberikan dan dinikmati. Oleh karena itu, diperlukan forum ilmiah yang mempertemukan para pakar untuk bersinergi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi ” ujarnya.

Dr. Dayan menegaskan bahwa konferensi ini bukan hanya tentang inovasi, melainkan juga tentang cara teknologi dapat memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam praktik kesehatan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNAS, Prof. Dr. Retno Widowati, M.Si., menekankan bahwa konferensi ini adalah wujud nyata kolaborasi lintas batas yang menjadi ciri khas dunia akademik masa kini. “Acara ini bukan sekadar pertemuan ilmiah; ini adalah perayaan kolaborasi lintas negara yang lahir dari jantung pendidikan kesehatan Indonesia: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional,” tutur Prof. Retno.

Sesi Foto Bersama Kegiatan The 3rd International Conference in Health Science Di Auditorium UNAS

Tema tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman kita. Kita akan membahas terkait telemedicine menjembatani jarak, serta bagaimana perangkat digital mampu memantau kesehatan secara real-time. Namun, yang lebih penting, kita ingin menggabungkan inovasi teknologi dengan kesejahteraan holistic yang menyentuh tubuh, pikiran, dan jiwa.

Prof. Retno juga mengajak seluruh peserta dan peneliti untuk menjadikan konferensi ini sebagai laboratorium ide global.

“Mari kita jadikan forum ini sebagai wadah bersatunya ilmu dari Jakarta, Vietnam, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan untuk satu visi bersama: pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi semua. Karena kami percaya, kolaborasi adalah vaksin terbaik melawan keterbatasan,” ucapnya.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt., dalam sambutannya menyampaikan pandangan strategis mengenai pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kesejahteraan holistik.

“Saat ini kita menyaksikan transformasi besar dalam pelayanan kesehatan yang didorong oleh integrasi teknologi digital di hampir setiap aspek praktik medis,” jelasnya.

Sesi Diskusi Dalam Kegiatan The 3rd International Conference in Health Science

Namun, di sisi lain, kita juga diingatkan bahwa kesehatan sejati bukan hanya bebas dari penyakit, melainkan kondisi sejahtera secara fisik, mental, sosial, dan spiritual. Oleh karena itu, kemajuan teknologi harus tetap berpihak pada kesejahteraan manusia seutuhnya.

Prof. Erna menegaskan bahwa era digital tidak boleh menggeser nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. “Layanan kesehatan sejati di era digital harus menggabungkan kekuatan inovasi dengan pemahaman mendalam tentang kebutuhan manusia secara menyeluruh,” tambahnya.

Konferensi ini menghadirkan lima narasumber dari berbagai negara, antara lain:

- Tran Thi Hong Hanh, Ph.D., RN. (Nam Dinh University of Nursing, Vietnam), memaparkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

- Prof. Toshiko Tomisawa dari Jepang,  membahas masa depan layanan kesehatan personal berbasis kecerdasan buatan.

- Dr. Parichat Wonggom dari Thailand, menjelaskan strategi integrasi digital dalam pendidikan dan praktik keperawatan.

- Dr. Norma Latif Fitriyani dari Korea Selatan, mengulas peran penting telemedicine dan terapi komplementer.

- Dr. Ns. Dayan Hisni dari Indonesia,  menekankan bahwa teknologi bukanlah pengganti, melainkan penguat nilai-nilai keperawatan holistik.

Diskusi dan presentasi dipandu oleh dua moderator, Bdn. Febry Mutiariami Dahlan, S.ST., M.Keb. dan Ns. Tommy J.F. Wowor, MM., M.Kep., Ph.D.,.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi presentasi di Ruang Kelas Cyber UNAS Pejaten dan pernyataan penutup dari Prof. Retno Widowati yang menegaskan pentingnya sinergi antara ilmu, teknologi, dan kemanusiaan.

“Teknologi hanya akan bermakna jika digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Melalui konferensi ini, kita belajar bahwa inovasi terbaik adalah yang berpihak pada kehidupan,” tutupnya. (SAF)