
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti lima program unggulan Kementerian Transmigrasi yang dinilai mampu memperkuat pembangunan kewilayahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kelima program tersebut meliputi Transmigrasi Tuntas, Transmigrasi Lokal, Karyanusa Nusantara, Gotong Royong, dan Patriot Transmigrasi.
“Ada lima. Yang pertama, Program Transmigrasi Tuntas. Tadi kita saksikan penyerahan sertipikat hak milik bagi para anggota masyarakat di kawasan transmigrasi. Ini menandakan mereka mendapatkan kepastian hukum atas tanah yang ditinggalinya,” kata Menko AHY dalam keterangan resmi dikutip, Senin (20/10/2025)
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Open House 24 Jam Penuh yang digelar Kementerian Transmigrasi di Jakarta, Sabtu (18/10). Dalam kesempatan itu, AHY menjelaskan bahwa Program Patriot Transmigrasi juga mengirim tim ekspedisi ke berbagai daerah untuk melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi kawasan transmigrasi.
Langkah tersebut, kata AHY, menjadi dasar pengembangan kerja sama lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat pembangunan di kawasan transmigrasi.
“Kami dalam kapasitas sebagai Menteri Koordinator di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan ingin terus mendorong kolaborasi yang erat antar lima kementerian yang secara langsung berada di garis depan,” ucapnya.
AHY menilai, satu tahun pertama masa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi fase penting untuk memetakan tantangan pembangunan dan memperkuat arah kebijakan ke depan.
“Masih banyak hal yang harus kita lakukan. Satu tahun cukup bagi kita untuk memetakan masalah yang ada, dan mudah-mudahan seluruh progres di tahun ini bisa menjadi modal yang lebih baik agar kerja kita semakin tepat sasaran, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menko AHY.
Terkait pelaksanaan Open House 24 Jam, Ia mengapresiasi langkah inovatif Kementerian Transmigrasi yang menggelar kegiatan Open House 24 Jam sebagai wadah dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Menko AHY, kegiatan ini merupakan bentuk nyata keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi, kritik, dan masukan dari masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
“Saya menyambut baik kegiatan Open House 24 Jam bersama Kementerian Transmigrasi. Kita tadi juga menyaksikan dialog yang begitu hangat antara masyarakat, khususnya mereka yang berada di berbagai kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Termasuk hadir pula para kepala daerah,” jelasnya.
Menko AHY menilai inisiatif tersebut mencerminkan semangat pelayanan publik yang partisipatif dan transparan.
“Saya menilai ini sebuah inisiatif dengan semangat pelayanan publik yang luar biasa — bagaimana masyarakat dapat memiliki akses langsung untuk menyampaikan masukan, aspirasi, dan juga kritik,” ucapnya.
Menurut Menko AHY, kritik dan aspirasi yang disampaikan secara konstruktif harus dijadikan bahan evaluasi pemerintah.
“Tadi saya lihat ada kritik, tapi kritik membangun, disampaikan dengan cara yang baik. Jika memang faktual dan rasional, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mendengarkan aspirasi ataupun kritik dari masyarakat,” tegasnya.
Sebagai penutup, Menko AHY menyampaikan apresiasi terhadap Kementerian Transmigrasi yang dinilainya dapat menjadi teladan bagi lembaga pemerintah lainnya.
“Saya rasa Kementerian Transmigrasi bisa menjadi contoh bahwa institusi pemerintahan perlu memiliki ruang yang cukup luas untuk dialog dan interaksi dengan masyarakat di mana pun berada,” pungkasnya.