UAG dan ESQ Business School Gelar Wisuda Ke-9, Menteri Koperasi Dorong Peran Lulusan dalam Modernisasi Koperasi

ANP • Friday, 12 Sep 2025 - 10:10 WIB

Jakarta – Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School (EBS) menyelenggarakan Wisuda Ke-9 sekaligus Welcoming Reception Ke-13 di Menara 165, Jakarta, Rabu (10/9). Acara ini menjadi momentum penting dalam perjalanan UAG dan EBS untuk mencetak generasi pemimpin yang unggul dan berkarakter.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan optimisme besar terhadap kualitas lulusan UAG dan EBS. Menurutnya, model pendidikan yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual telah melahirkan pribadi yang utuh dan siap menjawab tantangan zaman.

“Kekuatan spiritual yang diajarkan di kampus ini akan membekali para lulusan dengan moralitas yang kuat. Ditambah dengan kecerdasan emosional dan intelektual, mereka akan menjadi manusia paripurna, utuh, dan mampu menjawab tantangan masyarakat yang sangat dinamis,” ungkap Ferry.

Lebih jauh, Ferry menekankan bahwa lulusan UAG tidak hanya diharapkan siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Ia bahkan membuka peluang kolaborasi di bidang koperasi, agar para lulusan bisa berperan dalam memodernisasi koperasi baik di desa maupun kota menjadi badan usaha yang profesional, modern, dan membanggakan.

Dalam sambutannya, Ferry juga menyinggung pemanfaatan Talent DNA ESQ dalam mendukung program Kementerian Koperasi. Dengan jumlah koperasi di Indonesia mencapai 80 ribu unit dan melibatkan hampir 800 ribu pengurus, menurutnya proses seleksi manual hampir mustahil dilakukan.

“Dengan bantuan artificial intelligence dari Pak Ary Ginanjar dan ESQ, kami bisa menganalisis pengurus koperasi dengan cepat, tepat, dan sesuai bidang masing-masing. Ini sebuah terobosan luar biasa yang memudahkan pemerintah dalam meningkatkan tata kelola koperasi,” jelasnya.

Sementara itu, Founder ESQ Corp sekaligus pendiri UAG, Ary Ginanjar Agustian, menegaskan bahwa kampus ini hadir dengan visi besar mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berkarakter.

“Kampus ini menjunjung tinggi pembentukan moral dan karakter anak-anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Soft skill menjadi inti pembelajaran, sehingga kampus ini dikenal sebagai University of Life. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki hati nurani,” ujar Ary.

Ary juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis karakter di era kecerdasan buatan.

“Sampai saat ini, ESQ telah melahirkan 2,5 juta alumni secara offline dan 2 juta alumni secara online. Namun itu baru 0,5 persen dari total populasi, target kami adalah mencapai 10 persen di tahun 2045. Saya yakin, ketika era otot sudah digantikan robot dan otak sudah digantikan AI, maka yang tersisa adalah hati nurani, yakni kecerdasan emosional dan spiritual,” tambahnya.

Ia optimistis, dengan komitmen yang kuat pada pembentukan karakter, generasi emas 2045 akan lahir dari kampus-kampus seperti UAG dan EBS. Bahkan, Ary memproyeksikan bahwa pada tahun 2085 Indonesia bisa menjadi “atap dunia” apabila bangsa ini terus menjaga harapan dan semangat kebersamaan.