
Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menilai bahwa penguasaan sains dan teknologi harus dimulai dari fondasi yang kuat.
“ Riset mplementatif atau hilirisasi memang penting, tetapi tanpa fondasi riset dasar yang kuat, dikhawatirkan bahwa bangsa Indonesia nantinya hanya akan menjadi konsumen teknologi asing,” ujar Brian dalam taklimat Media, di Jakarta, Kamis (31/7).
Menteri Brian menekankan riset dasar atau fundamental dan huilirisasi harus tetap berjalan berdampingan.
“Kampus -kampus di Indonesia memiliki potensi besar karena setiap tahun ribuan penelitian dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen. Sebab, banyak dosen Indonesia memiliki kapasitas kelas dunia dan harus dilibatkan dalam program strategis nasional,” imbuhnya.
Brian berharap kementerian dan lembaga teknis memanfaatkan potensi kampus secara maksimal untuk menjawab tantangan sektoral.
"Kita juga ingin penelitian ini memenuhi standar, siap untuk dikomersialisasi, karena kita melibatkan industri," tutur Brian Yuliarto.
Peran Perguruan Tinggi
Menteri Brian meyatakan peran perguruan tinggi sangat penting sebagai pusat riset dan pengembangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen. Untuk mencapainya, negara membutuhkan proposal pembangunan yang berbasis sains dan teknologi, bukan sekadar ekspansi ekonomi konvensional,” imbuhnya.
Menurut Brian, Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara lain yang lebih maju, sehingga diperlukan proposal-proposal (langkah) yang tepat, agar kita memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik.
“Saya minta adanya penguatan kurikulum pendidikan sains dan teknologi agar mampu mencetak SDM unggul dan relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Selain penguatan pendidikan, Brian menyebut bahwa penelitian dan pengembangan harus diarahkan untuk mendukung percepatan dan pemerataan ekonomi. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan kampus dalam proyek-proyek strategis nasional.
"Berbagai riset yang kita lakukan tentu akan mengajak seluruh perguruan tinggi terlibat. Itu diharapkan bisa untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi, serta yang tidak kalah penting lagi adalah juga pemerataan ekonomi," tandasnya.
Ditempat yang sama, Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menekankan pentingnya membangun ekosistem riset di perguruan tinggi, yang dimulai dari pendidikan tinggi, beasiswa, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Pengembanhan ekosistem ini tidak berhenti di perguruan tinggi. Program lanjutan seperti studi kelayakan dan transfer teknologi dirancang untuk memastikan bahwa hasil riset bisa dikomersialisasikan secara optimal,” ungkapnya.
Dengan pendekatan tersebut, riset diharapkan tak hanya menghasilkan teknologi, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri nasional dan memperluas pasar tenaga kerja.
"Pengembangan riset dan kemampuan transfer teknologi di politeknik atau pendidikan vokasi menjadi kunci, karena industri kita masih sangat membutuhkan proses transfer teknologi," tutur Fauzan.