
Jakarta- Yayasan Tarumanagara merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 dengan semangat transformasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. di Kampus 3 Institut Tarumanagara (Itaru), Jakarta, Kamis (3/7).
Acara yang mengusung tema “66th Excellence and Beyond”, menjadi puncak rangkaian penutup dari berbagai kegiatan yang telah berlangsung sejak April 2025.
Acara puncak ini juga dihadiri pimpinan dan perwakilan dari seluruh ekosistem Yayasan Tarumanagara: ITARU, PT Tarutama Bhakti Utama (TBU), RS Royal Taruma, Taruma Xinya College, PT Taruma Bhakti Medika, Tarumanagara Enterprise, dan Untar Residence. Turut hadir pula Ketua Pembina Yayasan Tarumanagara, Ir. Nanda Widya; Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta, Tri Munanto, S.E., M.Ak. hingga perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. menegaskan pentingnya membangun sinergi lintas unit dalam satu ekosistem besar.
"Yayasan Tarumanagara kini bukan lagi sekadar lembaga pengelola satuan pendidikan. Kita sudah menjadi sebuah grup holding, terdiri dari universitas, institut, sekolah tinggi, college, rumah sakit, enterprise, hingga properti seperti Untar Residence dan sejumlah PT," kata Prof. Ariawan.
Menurutnya, mengelola ekosistem sebesar itu tentu menghadirkan tantangan, terutama menyatukan visi antar-unit yang kerap terjebak dalam ego sektoral.
"Kalau kita bisa harmonisasikan, ini akan jadi kekuatan besar. Kuncinya adalah kolaborasi dan komunikasi yang intensif," imbuhnya.
Salah satu proyek Yayasan Tarumanagara adalah pengembangan Tarumanagara City, kawasan terpadu seluas 140 hektare di luar Jakarta. Proyek ini digagas sebagai kawasan edukasi, kesehatan, dan komersial yang setara dengan BSD City.
"Master plan-nya ditargetkan rampung Oktober atau November tahun ini. Kita ingin mulai garap 10 hektare pertama, semoga Januari bisa dimulai. Konsepnya edutainment: pendidikan tetap kuat, tapi ada unsur komersial juga," jelas Prof. Ariawan.
Perayaan HUT ke-66 ini juga menjadi ajang temu lintas generasi pemimpin Yayasan. Selain seluruh pimpinan unit aktif, mantan-mantan pimpinan pun turut hadir.
"Ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tapi juga ruang temu dan 'catch up' antar pimpinan. Kita ingin memastikan semua elemen Yayasan saling dukung satu sama lain," imbuhnya.
Untuk memperkuat arah gerak jangka panjang, Yayasan telah menyusun desain pengembangan hingga 2035 melalui inisiatif bertajuk "Strive". Visi besar Yayasan adalah menjadi trustworthy foundation dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Prof. Ariawan juga mengingatkan, pentingnya belajar dari sesama lembaga, seperti kerja sama dan dialog dengan Yayasan Binus.
"Mereka cepat sekali berlari. Kita belajar, saling mendukung. Ini bukan persaingan, tapi peluang untuk tumbuh bersama,” tandasnya.
Yayasan Tarumanagara didirikan pada 18 Juni 1959. Dalam beberapa dekade terakhir, yayasan ini telah melahirkan berbagai institusi unggulan, termasuk Universitas Tarumanagara (Untar), yang menjadi salah satu kampus swasta terakreditasi unggul di Indonesia.
Berbagai inisiatif berkelanjutan juga digelar untuk mendukung semangat inovasi, kolaborasi, dan inklusivitas,. Inisiatif ini di antaranya: Pembangunan dan Peresmian Untar Residence (URES), Youth Investment: Beyond Profit Toward Purpose– Seminar Investasi Pasar Modal (SIPM), Tarumanagara Fair – ajang pengembangan karier dan pencarian kerja Selain itu, inisitif kegiatan lainnya yakni Workshop Batik Bersama Teman Disabilitas – wujud nyata inklusivitas dengan menyediakan ruang belajar dan berkarya tanpa batas.