
Jakarta - Para pekerja konstruksi yang bekerja di proyek pemerintah bakal memperoleh perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).
Hal ini menyusul adanya kesepakatan antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan BPJS Ketenagakerjaan yang tertuang lewat Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), belum lama ini.
Kepala LKPP Hendrar Prihadi menyatakan penandatanganan MoU ini menjadi awal bagi LKPP dan BPJS Ketenagakerjaan untuk bersama-sama ikut menyejahterakan para pekerja di Indonesia.
"Penandatanganan MoU ini menjadi awal bagi kita untuk bisa bersama-sama ikut menyejahterakan para pekerja di Indonesia dan yang saya yakin juga akan bermanfaat bagi bangsa dan negara," kata Hendrar Prihadi dalam keterangannya yang diterima, Selasa (13/5/2025).
Menurut Hendrar, kerja sama lintas sektor adalah keniscayaan dalam menghadapi perubahan zaman yang cepat.
Ia menilai bahwa kesepakatan ini merupakan tonggak penting dalam memastikan perlindungan ketenagakerjaan, terutama bagi pekerja konstruksi yang terlibat dalam proyek pemerintah.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menambahkan bahwa kesepakatan ini tidak hanya menjadi payung koordinatif antarlembaga, tetapi juga mencakup ruang lingkup teknis dan strategis.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pengadaan pemerintah yang tidak hanya efisien, tetapi juga berorientasi pada perlindungan dan kesejahteraan para pekerja dan penyedia barang/jasa,” katanya.
Pada kesempatan lainnya, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Gambir, Imam Santoso, menyampaikan bahwa para pekerja konstruksi sudah seharusnya terlindungi dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan seiring dengan risiko pekerjaan yang rentan dialami oleh para pekerja konstruksi.
"Dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat memperluas sektor pekerjaan yang dapat terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan. Sinergi dan kerjasama yang sudah dilakukan adalah salah satu wujud kepedulian dan atensi kepada pekerja di sektor jasa konstruksi," ujar Imam.