Hadapi Kebijakan Trump, AHY Ajak ASEAN Perkuat Solidaritas dan Transformasi Ekonomi

FAZ • Sunday, 13 Apr 2025 - 10:45 WIB

JAKARTA - Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan sejumlah pandangan strategis dalam menanggapi kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut AHY, kebijakan tersebut berpotensi memicu krisis global dan harus direspons dengan transformasi ekonomi serta memperkuat solidaritas antarnegara ASEAN.

“Dalam dunia yang gelap, mari kita jadi jembatan. Ketika ketakutan menyebar, mari hadirkan harapan,” kata AHY dalam acara panel diskusi bertema “Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan dan Ekonomi Global” yang digelar TYI di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (12/4/2024).

Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu menegaskan bahwa dunia saat ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu menyatukan berbagai pihak.

Dalam forum tersebut, AHY memaparkan empat pandangan strategis dalam menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Pertama, pentingnya memperkuat struktur ekonomi domestik, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan stabilitas harga. AHY juga menekankan pentingnya terus menarik investasi sebagai penggerak pembangunan dan penciptaan lapangan kerja.

Kedua, ia mengutip pesan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa setiap krisis harus dapat diubah menjadi peluang. “From crisis to opportunity,” ujar AHY. Ia mendorong momentum krisis ini untuk mempercepat transformasi ekonomi, digitalisasi, serta transisi menuju ekonomi hijau dan energi terbarukan.

Ketiga, AHY menyoroti urgensi diversifikasi pasar dan penguatan kemitraan strategis. Indonesia, menurutnya, perlu lebih aktif menjalin perdagangan dengan kawasan potensial seperti Eropa, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, serta negara-negara Global South.

Keempat, AHY menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas di antara negara-negara ASEAN. Ia mengingatkan agar perbedaan agenda nasional tidak menggerus persatuan kawasan. 

“ASEAN harus bersuara satu, membela prinsip perdagangan yang adil dan terbuka,” tegasnya.

Sekain itu, AHY menyampaikan pesan optimisme dalam menghadapi masa depan global. 

“Dalam dunia yang penuh ketidakpastian dan bahaya, solidaritas adalah kekuatan kita, kolaborasi adalah harapan kita,” tuturnya.

AHY berharap forum diskusi ini mampu melahirkan solusi konkret dan berkontribusi nyata bagi masa depan yang lebih baik, baik untuk bangsa Indonesia, kawasan ASEAN, maupun dunia internasional.