Hapus Stigma dan Diskriminasi: NLR Indonesia Gelar Media Gathering Menuju Indonesia Bebas Kusta

ANP • Friday, 28 Feb 2025 - 07:41 WIB

Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) 2025, NLR Indonesia menggelar Media Gathering bertajuk "Bersama Media Menuju Indonesia Bebas Kusta". Acara ini berlangsung pada 27 Februari 2025 di Oria Hotel, Jakarta, dengan tujuan meningkatkan kesadaran publik serta memperkuat kolaborasi antara media dan organisasi dalam menghapus stigma serta diskriminasi terhadap Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).

Kusta merupakan penyakit menular yang telah ada sejak lama dan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ketiga dengan jumlah kasus kusta tertinggi di dunia. Meski telah terjadi kemajuan signifikan dalam penanganan penyakit ini, stigma sosial dan diskriminasi terhadap OYPMK tetap menjadi hambatan utama dalam pemberantasan kusta. Selain itu, akses yang terbatas terhadap layanan kesehatan semakin memperburuk situasi ini, sehingga penghapusan kusta menjadi tantangan yang kompleks.

Sebagai organisasi yang berfokus pada pemberantasan kusta dan mendukung OYPMK, NLR Indonesia menyadari peran penting media dalam menyebarkan informasi yang valid dan mengedukasi publik. Media diharapkan berperan sebagai alat advokasi kebijakan yang lebih inklusif serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung penghapusan kusta. Oleh karena itu, acara ini bertujuan mempererat hubungan dengan media sekaligus menyampaikan komitmen NLR Indonesia dalam mencapai target Zero Leprosy.

Sebagai langkah konkret, NLR Indonesia meluncurkan Project Zero Leprosy, sebuah inisiatif berbasis kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan komunitas. Program ini bertujuan mengurangi jumlah kasus kusta di Indonesia serta memberikan dukungan kepada OYPMK agar mereka dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat tanpa rasa takut akan stigma atau diskriminasi.

Selain itu, dalam upaya edukasi, NLR Indonesia juga memperkenalkan Buku Kusta yang diharapkan menjadi sumber informasi komprehensif mengenai penyakit kusta dan tantangan sosial yang dihadapi oleh OYPMK. Buku ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam kepada masyarakat serta pemangku kepentingan dalam menghilangkan stigma dan diskriminasi.

Media gathering ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten, di antaranya:
• dr. Ina Agustina Isturini, MKM - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI
• Prof. Dr. dr. Sri Linuwih Menaldi, Sp.D.V.E, Subsp.D.T, FINSDV, FAADV - Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Dewan Pembina NLR Indonesia
• Agus Wijayanto, MMID - Direktur Eksekutif NLR Indonesia

Selain itu, beberapa OYPMK juga turut diundang untuk berbagi pengalaman mereka, memberikan gambaran langsung mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 25 jurnalis dari berbagai media hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai kusta serta mendukung kebijakan yang lebih inklusif dan humanis.

Melalui acara ini, NLR Indonesia berharap semakin banyak media yang terlibat dalam kampanye pemberantasan kusta. Peran media menjadi semakin penting, tidak hanya dalam menyebarkan informasi akurat, tetapi juga dalam mengadvokasi kebijakan yang mendukung penghapusan kusta.

Peringatan Hari NTDs 2025 dan media gathering ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kerja sama antara organisasi, media, dan masyarakat dalam menciptakan Indonesia bebas kusta. Dengan kolaborasi yang erat, diharapkan masa depan tanpa stigma dan diskriminasi terhadap OYPMK dapat terwujud, serta meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang terdampak oleh kusta

Direktur Eksekutif NLR Indonesia Agus Wijayanto mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan penyakit kusta. “Selain itu kami juga ingin memperkuat kolaborasi dengan media dalam upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK),” ungkapnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan, dr. Ina Agustina Isturini mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kasus kusta tertinggi ketiga di dunia. “Meskipun telah ada kemajuan dalam penanganan penyakit ini, tantangan seperti stigma sosial, diskriminasi, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi hambatan besar dalam pemberantasan kusta,” kata dia. 

Untuk itu, peran media menjadi sangat krusial dalam menyuarakan informasi yang valid, mengadvokasi kebijakan yang lebih inklusif, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung penghapusan kusta.

Di lain pihak, Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dewan Pembina NLR Indonesia Prof. Dr. dr. Sri Linuwih Menaldi berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak media yang terlibat dalam kampanye pemberantasan kusta serta memperkuat dukungan publik terhadap upaya menuju Indonesia bebas kusta. “Kehadiran media dapat dimaksimalkan agar mampu berkontribusi dan menjadi sarana edukasi dan advokasi dalam penanganan kusta di Indonesia,” tegasnya