
Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Program peningkatan kesejahteraan sosial harus menjadi kerja bersama, melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga komunitas lokal, termasuk relawan dan pendamping sosial,” tegas Mensos Saifullah Yusuf atau sering disapa Gus Ipul dalam dialog pilar-pilar sosial di Pendopo Pemkot Bantul, Jogjakarta, Jumat (17/1/2025).
Menurutnya, bantuan sosial yang disalurkan oleh Kementerian Sosial memiliki syarat dan tujuan spesifik. Pendamping sosial diharapkan dapat memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukan, seperti ibu hamil yang menggunakan bantuan untuk pemeriksaan kesehatan, atau keluarga yang memanfaatkan bantuan untuk pendidikan dan kebutuhan dasar anak-anak.
Gus Ipul juga menjelaskan bahwa pendekatan terhadap kemiskinan harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
“Kemiskinan di perkotaan dan pedesaan memiliki pola dan tantangan yang berbeda. Pendekatan kita harus berbasis kebutuhan lokal, baik melalui pemberdayaan komunitas, keluarga, maupun individu,” katanya.
Ia menambahkan, program penurunan kemiskinan akan lebih efektif jika dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Kerja bersama ini membuat kita lebih ringan menghadapi tantangan yang ada, terutama dalam pengelolaan anggaran. Dengan sinergi yang kuat, dampak penurunan kemiskinan akan lebih nyata,” tegasnya.
Dalam dialog pilar sosial tersebut, Gus Ipul juga memuji inisiatif beberapa kepala daerah yang memiliki komitmen besar terhadap pengentasan kemiskinan. Ia optimistis, melalui kolaborasi yang baik, angka kemiskinan di Indonesia dapat terus ditekan.
“Dengan sinergi yang terstruktur, kita bisa mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.