Joglo Tani, Inisiator Kebangkitan Pertanian Indonesia

ANP • Friday, 17 Jan 2025 - 11:04 WIB

Yogyakarta – Joglo Tani, yang didirikan oleh Teo Suprapto pada 19 Januari 2008, menjadi salah satu pelopor gerakan kemandirian pangan di Indonesia. Berlokasi di Jalan Godian, Kilometer 9, Mandungan 1, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Joglo Tani telah tumbuh menjadi model pemberdayaan petani sekaligus pusat pendidikan agraris yang menghasilkan perubahan nyata.

Joglo Tani diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai "Monumen Kebangkitan Pertanian Indonesia". Dengan konsep transformasi dari ketahanan pangan menuju kemandirian pangan, Joglo Tani memperkenalkan pendekatan aktif, produktif, kreatif, dan inovatif melalui program “Lumbung Mataraman”. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola sumber daya pangan secara mandiri, meskipun dengan lahan yang terbatas.

Teo Suprapto menjelaskan bahwa Joglo Tani bukan hanya tentang pertanian, tetapi juga tentang membangun kembali martabat petani. "Kami mencetak anak-anak muda, baik sarjana pertanian maupun anak-anak dari keluarga tidak mampu, untuk menjadi petani profesional. Mereka kami didik melalui metode ‘learning by doing’ agar mampu berkontribusi di daerah masing-masing,” ujar Teo di Sleman, Jumat (17/1/2025).

Menurutnya, sejak berdiri, Joglo Tani telah mendidik lebih dari 1.500 anak muda dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Program ini membekali mereka dengan keterampilan agraris yang terintegrasi dengan bisnis, sehingga mereka dapat menciptakan kemandirian ekonomi di komunitasnya.

"Selain di Yogyakarta, model pemberdayaan Joglo Tani juga telah diterapkan di berbagai daerah, seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat, dan Sulawesi. Dengan pendekatan korporasi pertanian, Joglo Tani membuktikan bahwa lahan kecil pun dapat menghasilkan pendapatan signifikan, seperti pada lahan 3.000 meter persegi di Yogyakarta yang mampu menghasilkan hingga Rp90 juta per bulan dari tanaman klengkeng," katanya.

Joglo Tani juga bekerja sama dengan pemerintah dan CSR untuk mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan agraris berbasis praktik.

Sekolah Rakyat

Menanggapi wacana pendirian Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial, Teo menyatakan kesiapan Joglo Tani sebagai role model. “Kami siap membantu pemerintah mengembangkan kurikulum dan sistem pelatihan yang terstruktur. Namun, program ini harus dimulai dari pemodelan kecil yang terukur dan melibatkan pendamping berpengalaman,” tegasnya.

Joglo Tani menjadi bukti nyata bahwa pertanian dapat menjadi solusi strategis dalam mengentaskan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, dan memajukan Indonesia. Dengan semangat kemandirian dan inovasi, Joglo Tani terus bergerak menciptakan petani masa depan yang profesional dan berdampak nyata.