Waspada Komorbid dan Dehidrasi, Ini Imbauan PPIH untuk Jamaah Haji Indonesia

MUS • Monday, 11 May 2026 - 10:21 WIB
Media Center Haji

Makkah - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan imbauan serius kepada seluruh jamaah calon haji asal Indonesia untuk aktif mengendalikan penyakit penyerta atau komorbid dan menghindari kelelahan fisik selama berada di Tanah Suci.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, menyebut dua kelompok jamaah menghadapi tantangan kesehatan yang berbeda berdasarkan tren yang terpetakan oleh tim medis di lapangan.

Jamaah gelombang kedua yang baru tiba dari Indonesia dinilai paling rentan terhadap kambuhnya penyakit bawaan. Komorbid seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes menjadi perhatian utama karena berpotensi memburuk jika tidak dikelola dengan baik sejak hari pertama tiba di Makkah.

"Penyakit-penyakit komorbid yang ada di Indonesia — seperti darah tinggi, penyakit jantung, penyakit kencing manis — kalau tidak kita kendalikan, di sini tersetus," tegas Edi kepada Tim Media Center Haji di Makkah, Minggu (10/5).

Sementara itu, jamaah gelombang pertama yang sebelumnya singgah di Madinah selama sekitar sembilan hari dinilai sudah mulai beradaptasi dengan iklim setempat. Namun tantangan baru mengintai, yakni risiko dehidrasi dan kelelahan akibat kelembaban udara yang sangat rendah di Makkah.

Edi menjelaskan bahwa saat berada di lingkungan dengan kelembaban rendah, tubuh tidak hanya kehilangan cairan tetapi juga elektrolit secara signifikan. Ia merekomendasikan konsumsi elektrolit setiap hari tanpa penundaan.

"Setiap kita berkeringat, yang keluar itu bukan hanya air, tapi elektrolit. Jadi dalam minumnya kita tambahkan elektrolit — satu sachet 200 mili, 200 mili per jam. Kalau diminum hari ini, jangan ditunda sampai besok," jelas Edi.

Kelelahan fisik menjadi faktor risiko yang paling ditekankan Edi, karena kondisi itu menjadi pemicu berantai berbagai gangguan kesehatan lainnya. Jamaah yang kelelahan berisiko tidak mampu menuntaskan rangkaian ibadah puncak haji dengan optimal.

"Jangan memaksa tenaga sampai kita lelah. Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik," ujarnya.

PPIH meminta jamaah menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan waktu istirahat secara konsisten sepanjang masa tinggal di Tanah Suci. Kedisiplinan minum obat komorbid dan asupan cairan menjadi dua kunci utama yang tidak boleh diabaikan.

Tim kesehatan PPIH menyatakan pemantauan tren kesehatan jamaah dilakukan secara berkelanjutan untuk menyesuaikan langkah antisipasi di lapangan. Upaya ini bertujuan memastikan seluruh jamaah Indonesia dapat menjalani puncak ibadah haji dalam kondisi fisik yang prima. (NWK/MCH 2026)