Penyiaran Nasional Terancam Disrupsi Digital, PERSIARI Serukan Kebangkitan Industri Media

AKM • Thursday, 21 May 2026 - 07:17 WIB
Ilustrasi Dunia Penyiaran (Istimewa)

Jakarta –Ketua Umum Persatuan Penyiar Seluruh Indonesia (PERSIARI), Suwiryo, mengajak pemerintah dan seluruh elemen lembaga penyiaran untuk bersinergi menyelamatkan industri penyiaran nasional dari tekanan disrupsi digital yang semakin masif.

Ajakan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (21/5), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.

PERSIARI menilai semangat kebangkitan nasional yang lahir dari berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 perlu dihidupkan kembali dalam menghadapi tantangan besar yang kini melanda industri penyiaran Indonesia.

"Perkembangan teknologi digital dan dominasi platform global telah mengubah perilaku audiens secara drastis. Kondisi tersebut memicu disrupsi besar terhadap media penyiaran konvensional, baik radio maupun televisi," ujar Suwiryo

Meski media penyiaran masih tetap eksis, tekanan terhadap daya pengaruh, model bisnis, hingga pola konsumsi masyarakat semakin kuat. Akibatnya, sebagian lembaga penyiaran mampu bertahan, sebagian lainnya harus berjuang keras untuk tetap hidup, bahkan ada yang terpaksa menghentikan operasionalnya.

“Disrupsi ini bukan sekadar soal teknologi, tapi soal masa depan ruang publik Indonesia. Lembaga penyiaran nasional punya peran vital dalam mengedukasi, menginformasikan, dan mempersatukan bangsa melalui konten yang kredibel dan kontekstual,” tutur Suwiryo.

Menghadapi situasi tersebut, PERSIARI meminta pemerintah bersama seluruh elemen industri penyiaran memperkuat kolaborasi dan sinergi nasional. Langkah bersama dinilai penting agar lembaga penyiaran Indonesia tetap kokoh dan mampu menjalankan fungsi strategisnya sebagai pilar informasi dan edukasi publik.

PERSIARI juga menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama organisasi penyiaran dan organisasi sejenis dalam memperjuangkan kebangkitan lembaga penyiaran nasional.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pemantik untuk merebut kembali kejayaan penyiaran Indonesia. Tanpa sinergi, kita akan kalah oleh algoritma dan arus informasi yang tidak terkontrol,” lanjutnya.

Selain itu, PERSIARI meyakini industri penyiaran nasional masih memiliki peluang besar untuk bangkit apabila mendapat dukungan kebijakan yang berpihak, penguatan ekosistem industri, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Menurut organisasi tersebut, penyiaran nasional tetap memiliki peran penting sebagai rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang kredibel sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia.

Sebagai organisasi yang mewadahi penyiar di seluruh Indonesia, PERSIARI berkomitmen menjaga profesionalisme, independensi, dan peran strategis penyiaran dalam mendukung pembangunan bangsa.