
JAKARTA - President Director Allianz Utama Indonesia, Sunadi Tan, menyoroti rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia yang masih di bawah 3%, jauh tertinggal dibandingkan Singapura (11%) serta Malaysia dan Thailand (4-5%).
“Data kita untuk penetrasi market Indonesia masih sangat kecil dibandingkan negara lain. Jadi, potensi kita itu masih besar sekali. Cuman buat teman-teman yang aware pasti tahu kalau masyarakat masih butuh edukasi lagi,” ujar Sunadi Tan kepada Radio MNC Trijaya dalam Program The Leader, Selasa (14/1/25).
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dengan asosiasi dan regulator untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan asuransi.
“Asuransi itu ibarat sedia payung sebelum hujan. Waktu terbaik untuk memulai asuransi adalah sekarang, bukan saat kita mapan,” tambahnya.
Selain itu, Sunadi juga membahas tantangan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi. Survei menunjukkan banyak pemegang polis merasa tidak mendapatkan manfaat karena belum pernah klaim.
“Saya yakin semua asuransi yang under regulator pasti akan bayar kredit. Tapi kita juga harus lihat proses pembayaran premi, apakah ada kendala. Itu yang perlu kita edukasi,” jelasnya.
Allianz Utama Indonesia terus menjaga kepercayaan pelanggan melalui selektivitas premi dan produk.
“Premi adalah image kami. Semua yang dijanjikan harus kami deliver,” katanya.
Allianz menawarkan produk unggulan seperti asuransi liabilities, properti, dan travel. Pada tahun 2024, perusahaan mencatat pertumbuhan 10% dengan peningkatan klaim hingga 30%.
“Tahun 2025, kami akan menambah produk baru terkait lifestyle dan meningkatkan layanan,” tutup Sunadi.
(SHA)