
Jakarta - Dalam rangka merayakan Hari Guru Sedunia, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) menggelar Seminar Internasional yang mengangkat tema "Empowering Teachers, Transforming Futures". Acara ini berlangsung pada 5 Oktober 2024 di Gedung A, Komplek Kemendikbudristek, Jakarta, dengan dihadiri oleh 276 guru dan kepala sekolah secara luring serta lebih dari 1.100 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara secara daring.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat peran mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Dalam sambutannya, Direktur Jenderal GTK, Nunuk Suryani, menekankan pentingnya guru sebagai agen transformasi dalam masyarakat.
“Guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pembentuk karakter dan pemimpin masa depan. Oleh karena itu, suara mereka harus didengar dalam setiap kebijakan pendidikan,” ujarnya secara on line, Jakarta, Senin (7/10).
Acara ini juga menghadirkan berbagai narasumber yang ahli di bidang pendidikan, termasuk Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Itje Chodidjah, dan Kepala Divisi Riset dan Pengembangan SEAQIS, Elly Herliani. Mereka berbagi wawasan mengenai pentingnya peran guru dalam inovasi pendidikan dan kesadaran lingkungan.
"Seorang guru harus menjadi teladan bagi siswa dan rekan-rekan pendidiknya. Penghargaan dan dukungan terhadap guru sangat penting untuk menciptakan generasi yang unggul,” tuturnya.
Elly Herliani menyoroti pentingnya pendidikan perubahan iklim, di mana guru memiliki peran krusial dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa. "Melalui pendidikan, kita dapat menciptakan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan bumi," ungkapnya.
Direktur Kantor Regional Multisektoral UNESCO Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, juga menyampaikan pesan penting tentang peran guru dalam memastikan pendidikan sebagai hak fundamental.
"Sistem pendidikan menghadapi berbagai tantangan, dan untuk mengatasinya, suara guru perlu diperkuat dalam pengambilan keputusan,”’ kata Maki.
Seminar ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi, termasuk anggota DPR RI, perwakilan dari Dinas Pendidikan, dan organisasi pendidikan lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif pemberdayaan guru di Indonesia.
Dengan harapan seminar ini dapat menjadi wadah berbagi pengalaman dan strategi, Dirjen Nunuk menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik.
"Mari kita ciptakan lingkungan di mana guru dapat berkembang, berinovasi, dan menjadi agen perubahan yang sesungguhnya," tutupnya.
Seminar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru tetapi juga memperkuat kolaborasi internasional dalam pendidikan, sehingga menciptakan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.