
Surabaya - Kondisi pandemi covid 19 ternyata tidak berdampak pada keinginan orang untuk mendapatkan anak melalui proses bayi tabung. Bahkan jumlah pasien untuk bayi tabung mengalami peningkatan, karena adanya pembatasan untuk bepergian ke luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Dr. Benediktus Arifin MPH, SpOG, ahli bayi tabung dari Klinik Bayi Tabung Morula IVf Surabaya.
Menurut Dr Beni, selama ini pasien yang menginginkan buah hati lewat proses bayi tabung lebih memilih ke luar negeri, seperti Singapura, Inggris ataupun Amerika. Namun pandemi covid membuat mereka tak bisa ke negara yang diinginkan, dan lebih memilih rumah sakit ternama di Indonesia untuk proses bayi tabung.
"Kita tahu lah, covid ini membuat negara-negara di dunia melakukan pembatasan dalam berbagi hal. Termasuk mereka yang ingin berobat untuk proses bayi tabung pun terganjal. Nah kondisi ini berdampak pada rumah sakit yang melayani pasien untuk bayi tabung seperti Morula Surabaya mendapatkan kenaikan jumlah pasien," ujar dokter Beni.
Kepercayaan masyarakat akan rumah sakit di Indonesia untuk bayi tabung pun akhirnya meningkat, karena kemampuan rumah sakit seperti Morula di Surabaya sudah menyamai negara-negara maju untuk proses bayi tabung.
"Ini bagus karena masyarakat mengerti bahwa teknologi kedokteran di Indonesia sudah sangat maju, khususnya untuk bayi tabung. Tak kalah dengan yang di luar negeri," ujar dokter Beni disela-sela acara Lauching buku "Hope" yang mengisahkan perjalanan ibu-ibu untuk mendapatkan buah hati dari proses bayi tabung.
Selama pandemi Covid 19, menurut dokter Beni belum ada catatan kasus covid yang menimpa pasien untuk bayi tabung. Selama ini protokol kesehatan sangat ketat diterapkan untuk mereka yang tengan menjalani program bayi tabung. Bahkan untuk menghindari kontak, konsultasi pun di lakukan lewat video streaming.
"Alhamdulilah di Surabaya sejauh ini tidak ada kasus covid yang menimpa pasien program bayi tabung. Kita akan terus awasi dengan ketat. Layanam konsultasi juga kita tingkatkan, melalui video streaming. Semata mata agar pasien program bayi tabung sehat hingga saat mereka melahirkan," lanjut dokter yang ramah ini
Sementara itu terkait dengan lauching buku "Hope" yang bercerita tentang ibu-ibu yang melahirkan dan berjuang untuk mendapatkan buah hati lewat bayi tabung, dr Amang Surya SpOG mengatakan bahwa buku ini bisa menjadi inspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat tentang program bayi tabung.
"Masyarakat selama ini masih banyak yang menjadikan program bayi tabung sebagai langkah terakhir. Nah dengan buku ini masyarakat akan tahu bagaimana idealnya mengikuti program bayi tabung dengan angka keberhasilan yang tinggi," ujar dokter yang sudah dikenal sebagai mahaguru program bayi tabung ini.
Buku "Hope" dituliskan oleh 8 pasien program bayi tabung di Klinik Bayi Tabung Morula Surabaya. Mereka berasal dari berbagai kalangan dan usia, dengan suka duka yang mereka alami untuk bisa mendapatkan anak.
"Buku ini juga mengajarkan kita untuk tidak putus asa untuk bisa mendapatkan buah hati. Berusaha dan memohon padaNya," pungkas Dr. Amang. (Her)