Bukan Sekadar Kebijakan Populer, Program MBG Dinilai Strategis Dongkrak Kualitas SDM

AKM • Tuesday, 5 May 2026 - 16:01 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subianto (Istimewa)

Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan. Wakil Bendahara Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia, Ambar Chrisdiana, menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kebijakan populis, melainkan bagian dari desain besar pembangunan nasional.

Menurut Ambar, investasi pada pemenuhan gizi anak sejak usia dini merupakan langkah fundamental untuk mendorong Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau *middle income trap*. Ia menyebut, negara-negara maju telah lama menerapkan kebijakan serupa sebagai fondasi pembangunan manusia.

“Negara seperti Jepang dengan konsep *shokuiku* sudah memulai sejak lama, bahkan sejak pasca Perang Dunia II. Begitu pula Brasil, Swedia, Finlandia, hingga India yang memiliki program makanan sekolah terbesar di dunia. Semua menunjukkan bahwa gizi adalah kunci membangun generasi unggul,” ujar Ambar dalam Rapat Pleno Depinas SOKSI di Jakarta, Senin (4/5/2026). Organisasi Karyawan Caption

Wakil Bendahara Umum Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia, Ambar Chrisdiana,

Ia mengakui implementasi program MBG di Indonesia menghadapi tantangan tersendiri, mengingat besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah. Namun, menurutnya, kendala teknis yang muncul harus dipandang sebagai bagian dari proses penyesuaian kebijakan berskala nasional.

“Mengelola program sebesar ini tentu tidak mudah. Tapi setiap tantangan harus dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan, bukan alasan untuk menghentikan langkah. Ini adalah investasi jangka panjang bangsa,” katanya.

Ambar juga menyoroti dinamika kritik yang berkembang di ruang publik, khususnya media sosial. Ia menilai sebagian kritik masih didominasi sudut pandang subjektif dan belum sepenuhnya menawarkan solusi yang konstruktif.

“Masyarakat perlu melihat program ini secara lebih objektif. MBG adalah upaya kolektif untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif di tingkat global,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ambar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia. Menurutnya, kecukupan nutrisi menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh secara fisik maupun mental.

“Jika program ini dijaga dan terus disempurnakan, maka Indonesia sedang meletakkan dasar menuju visi Indonesia Emas. Anak-anak hari ini harus dipersiapkan bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku utama di masa depan,” pungkasnya.