Pemerintah Diminta Terus Perhatikan Nasib UMKM

AKM • Thursday, 13 Aug 2020 - 11:44 WIB

Jakarta - Direktur UKM dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi menilai, pemerintah harus memperhatikan Usaha MIkro, Kecil dan Menengah -UMKM atau sektor usaha dalam masa pandemi covid 19. Selain itu, pemerintah juga tetap mengutamakan sektor kesehatan dan ketahanan pangan di masyarakat.

“Yang perlu diperhatikan pemerintah yang pertama adalah sektor kesehatan. Kedua sektor ketahanan pangan, dan ketiga UMKM/sektor usaha produksi,” jelas Babay dalam Webinar yang diselenggarakan Jimly Institute bertajuk ’'Dukungan Pemerintah Terhadap Pengembangan UMKM Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional Di Tengah Pandemi’, Rabu Malam (12/08/2020).

Mernurut Parid, pemerintah sejauh ini telah memberikan keringanan kepada UMKM dengan bunga hanya 7% per tahun yang sebelumnya 10-12 % pertahun.

“Misalkan di Jakarta bagi masyarakat yang ingin melakukan usaha pemerintah memfasilitasi dengan program JakPreneur, masyarakat akan diberi pelatihan sesuai dengan minat dan kemampian serta akan diberikan modal usaha. Ada juga program subsidi pangan murah,” kata Babay

Selanjutnya, Babay Parid Wazdi menambahkan, bahwa hal yang perlu juga diperhatikan adalah Bank perlu bersinergi dengan semua bidang usaha.

“BUMD sebagai agen of development, bidang usaha transportasi, bidang usaha utiliter, bidang usaha kawasan industri, bidang usahainfrastruktur, bidang usaha layanan umum daerah, bidang usaha keuangan, bidang usaha properti, bidang usaha pangan dan bidang usaha industry,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam diskusi ini, Deputi Reatrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satria mengatakan, dalam situasi hari ini, UKM memprodukasi dan negara membeli, selain itu, akses internet akan dipenetrasi dengan satelit palapa ring.

“Hibah diberikan pemerintah dengan mencairkan uang dengan cepat kepada masyarakat agar mempecepat daya beli yang mampu menggerakan roda ekonomi masyarakat, meningkatkan TKDN, intervensi atas kesenjangan impor dan ekspor, releksasi dan restrukturisasi kredit, Pembiayaan modal usaha, bantuan sosial dan digitaslisasi UMKM,” tutup Eddy Satria. (AKM)