Studi Enuma Tunjukkan Kesiapan Pemerintah Daerah Adopsi Pembelajaran Digital di Pendidikan Dasar

ANP • Tuesday, 3 Nov 2026 - 18:14 WIB

  

 

Jakarta  – Enuma, perusahaan teknologi pendidikan yang menjalankan proyek perluasan pembelajaran digital di Indonesia melalui program Inclusive Business Solution (IBS) yang didanai oleh KOICA, memaparkan hasil studi “Membangun Ekosistem Pembelajaran Digital yang Berkelanjutan Pelajaran dari Sembilan Daerah,” yang memaparkan prioritas pendidikan dan faktorfaktor penentu implementasi program pembelajaran berbasis digital di Kabupaten Aceh Utara, Bogor, Manggarai, PALI, Pelalawan, Tangerang, serta Kota Balikpapan, Denpasar, dan DKI Jakarta. Hasil studi ini menemukan ada 6 daerah yang memiliki skor capaian literasi dan numerasi di bawah rata-rata nasional. Studi ini juga memetakan kesiapan masing-masing daerah dalam mengadopsi pembelajaran digital. Hasilnya, satu daerah berada pada tahap Fondasi Dasar, empat daerah pada tahap Perangkat Hadir, dua daerah pada tahap Pemanfaatan Berjalan, dan dua daerah telah mencapai tahap Ekosistem Berjalan.

Adapun studi Enuma merupakan salah satu upaya guna mendukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mendorong pelaksanaan program prioritas pembelajaran digital. Studi yang dilakukan bekerja sama dengan Telaah Institute ini berlangsung selama tiga bulan dengan melibatkan 26 responden yang diwakili oleh sembilan wilayah. 

“Di tengah berbagai tantangan pendidikan, capaian literasi dan numerasi sebagai kompetensi dasar masih perlu diperkuat. Melalui hasil studi yang kami lakukan, platform pembelajaran digital memiliki potensi untuk meningkatkan pembelajaran anak, terutama kemampuan literasi dan numerasi sebagai kompetensi dasar. Melalui diseminasi temuan dan diskusi hari ini, kami berharap dapat mendorong pertukaran gagasan, memetakan prioritas pemerintah pusat dan daerah, serta memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi digital guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak di Indonesia secara merata,” kata Direktur Utama Enuma Indonesia Juli Adrian.

Lebih lanjut, Juli menambahkan bahwa peluncuran temuan studi kali ini tidak hanya mengkaji dampak penggunaan aplikasi Sekolah Enuma, tetapi juga melihat bagaimana teknologi digital dapat mendukung peningkatan literasi dan numerasi anak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masingmasing daerah. 

Kesenjangan Pendidikan Antardaerah

Meski akses pendidikan dasar relatif memadai, kualitas pembelajaran masih menunjukkan kesenjangan antardaerah. Dalam aspek literasi, proporsi SD yang mencapai kompetensi minimum berkisar antara 16–81 persen. Capaian tertinggi tercatat di DKI Jakarta (80,6 persen), Denpasar (79,3 persen), dan Balikpapan (73 persen). Sebaliknya, enam daerah, yaitu Kabupaten Bogor, Aceh Utara, Tangerang, Pelalawan, Manggarai, dan PALI, memiliki 46 persen SD dalam kategori “Kurang”.

Sementara, kesenjangan lebih besar terlihat pada numerasi, dengan hanya DKI Jakarta (56,9 persen) dan Denpasar (51,9 persen) yang memiliki lebih dari separuh SD dalam kategori “Baik”.

Dalam studi ini, Enuma juga menunjukkan faktor-faktor yang tertera dalam hasil studi, khususnya pada kesiapan masing-masing daerah dalam mengadopsi pendidikan digital. Antara lain beberapa daerah masih memprioritaskan pemenuhan infrastruktur dasar; keterbatasan perangkat menyebabkan penggunaan menjadi bergantian antarkelas; keterbatasan sebagian guru dalam adopsi pembelajaran digital; serta kebijakan dan pembiayaan yakni keterbatasan belanja daerah yang bergantung pada prioritas. 

Deputy Country Director, KOICA Indonesia Kang Jiun menyampaikan bahwa hasil studi mengenai ekosistem pembelajaran digital dan kesiapan kebijakan di sembilan wilayah Indonesia dapat membantu memahami kebutuhan masing-masing daerah serta menemukan langkah-langkah praktis untuk memperluas pembelajaran digital secara efektif dan berkelanjutan. 

“Studi ini diharapkan dapat membantu kita memahami kebutuhan pendidikan di masing-masing daerah dan menemukan cara yang tepat untuk memperluas pembelajaran digital secara berkelanjutan. Kami juga berharap kegiatan hari ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan capaian, bertukar pandangan, serta menjajaki peluang kolaborasi baru,” ujar Kang Jiun

Pada akhir diskusi, para pihak menekankan pentingnya hasil studi Enuma sebagai salah satu landasan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, sekaligus membuka peluang kerja sama dan dukungan pendanaan. Upaya ini diharapkan dapat memperluas implementasi program digitalisasi pembelajaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak anak di seluruh Indonesia.