Beri Rasa Aman Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Data Petugas Gerobak Sampah di Kelurahan Joglo

MUS • Thursday, 22 Oct 2026 - 21:23 WIB

Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Grha BPJamsostek terus memperluas jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU). Kali ini, sosialisasi dan pendataan keanggotaan digelar khusus bagi para petugas gerobak sampah swadaya di wilayah Kelurahan Joglo, bertempat di RPTRA Ria Damkar, Jakarta Barat, pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan serta mempermudah pendaftaran langsung bagi para petugas gerobak sampah swadaya yang memiliki risiko kerja cukup tinggi di lapangan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Grha BPJamsostek, Andry Rubiantara menegaskan seluruh pekerja, tanpa memandang jenis profesinya, berhak atas rasa aman dan perlindungan risiko sosial saat menjalankan tugas sehari-hari.

"Petugas gerobak swadaya merupakan garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan di masyarakat. Pekerjaan mereka memiliki risiko yang tidak sedikit, mulai dari kecelakaan lalu lintas saat mengangkut sampah hingga risiko kesehatan. Melalui kegiatan ini, kami hadir untuk memastikan mereka mendapatkan hak perlindungan jaminan sosial yang layak," ujar Andry Rubiantara.

Andry menjelaskan, dalam sosialisasi ini, para petugas gerobak dikenalkan dengan program utama bagi pekerja sektor BPU, yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta opsi penambahan Jaminan Hari Tua (JHT).

"Iuran untuk sektor informal ini sangat terjangkau, mulai dari Rp16.800 per bulan. Dengan nilai itu, peserta sudah mendapatkan perlindungan JKK tanpa batas biaya medis sesuai kebutuhan medis, serta manfaat JKM berupa santunan duka dan beasiswa pendidikan bagi anak peserta jika terjadi risiko fatal," jelasnya.

Ia menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan Grha BPJamsostek akan terus berkolaborasi dengan pihak kelurahan, pengelola RPTRA, serta tokoh masyarakat setempat untuk memastikan seluruh tahap pendaftaran dan pendataan berjalan lancar sehingga tidak ada pekerja informal yang terlewatkan.

"No one left behind, tidak boleh ada yang tertinggal. Kami berharap sinergi bersama Kelurahan Joglo ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama. Kami ingin seluruh petugas gerobak swadaya di Joglo dapat tercover secara menyeluruh, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang, keras, dan tanpa rasa cemas demi kesejahteraan keluarga di rumah," cetus Andry.