BINUS Gandeng Universitas China, Mahasiswa Bisa Raih Dua Gelar Sekaligus

AKM • Thursday, 22 Oct 2026 - 11:48 WIB
Jakarta – BINUS University berkolaborasi dengan South China University of Technology (SCUT), China, meluncurkan program Joint Degree Global Business Chinese untuk memperluas peluang karier internasional bagi mahasiswa.
 
Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Indonesia dan China serta memperoleh dua gelar akademik dari kedua universitas.
 
Peluncuran program bertema “Preparing Future Global Talent with Two Degree in One Journey” tersebut digelar di BINUS @Kemanggisan, Kampus Anggrek, Jakarta, Selasa (21/10/2026).
 
Melalui program ini, mahasiswa yang memenuhi persyaratan berkesempatan meraih gelar Sarjana Sastra (S.S.) dari BINUS University dan Bachelor of Arts (B.A.) dari South China University of Technology.
 
Program tersebut menggunakan skema pembelajaran 2+2, yakni mahasiswa menjalani dua tahun pertama di BINUS University dan dua tahun berikutnya di SCUT, Guangzhou, China.
 
Selama menempuh pendidikan di BINUS, mahasiswa akan mempelajari bahasa Mandarin, pemahaman lintas budaya, serta bisnis internasional. Selanjutnya, mahasiswa dapat memperdalam kompetensi tersebut melalui pengalaman belajar langsung di China.
 
Program ini dapat diikuti mahasiswa aktif Global Business Chinese mulai angkatan BINUSIAN 2029 yang memenuhi persyaratan kedua institusi. Persyaratan tersebut antara lain telah menyelesaikan empat semester dengan minimal 84 SKS di BINUS University serta memiliki kemampuan bahasa Mandarin setara HSK Level 5 sesuai ketentuan SCUT.
 
Head of Global Business Chinese BINUS University, Dr. Jureynolds, mengatakan penguasaan bahasa Mandarin perlu diimbangi dengan pemahaman budaya dan bisnis agar sesuai dengan kebutuhan dunia profesional.
 
“Melalui Global Business Chinese, kami ingin mempersiapkan mahasiswa yang tidak hanya menguasai bahasa Mandarin, tetapi juga memahami budaya dan bisnis internasional,” ujarnya.
 
Menurut dia, kolaborasi dengan SCUT membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di China, memperluas jejaring, serta mendapatkan pengalaman internasional sebagai bekal membangun karier pada masa mendatang.
 
Kompetensi Lintas Budaya Jadi Kebutuhan Industri
 
Peluncuran program ini juga menghadirkan diskusi bersama perwakilan industri dan praktisi bisnis untuk membahas kompetensi yang dibutuhkan generasi muda dalam menghadapi persaingan global.
 
Dalam sesi talkshow, Director of Huawei Technologies Mohamad Rosidi menyoroti pentingnya kemampuan lintas budaya di tengah perkembangan industri global.
 
Selain keahlian teknis, kemampuan berkomunikasi, memahami budaya, dan membangun hubungan profesional dengan mitra dari berbagai negara menjadi aspek penting dalam lingkungan bisnis internasional.
 
Sementara itu, entrepreneur sekaligus content creator Steven Howard membagikan pengalamannya selama 13 tahun tinggal dan menempuh pendidikan di China hingga membangun bisnis di negara tersebut.
 
Steven juga aktif menghubungkan pengusaha Indonesia dengan ekosistem bisnis China melalui kegiatan perjalanan bisnis ke Shenzhen dan Beijing. Pengalamannya di bidang pemasaran dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), termasuk kerja sama dengan perusahaan asal China, turut memberikan gambaran mengenai peluang bisnis yang berkembang seiring kemajuan teknologi.
 
Kuliah di Guangzhou, Dekat dengan Pusat Bisnis Asia
 
Pemilihan SCUT sebagai mitra pendidikan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di Guangzhou, salah satu pusat bisnis dan ekonomi China yang memiliki kedekatan dengan kawasan teknologi dan bisnis Shenzhen serta Hong Kong.
 
Berdasarkan informasi dalam siaran pers BINUS University, SCUT menempati peringkat 342 dunia dalam QS World University Rankings 2027 dan peringkat 119 Asia dalam QS Asian University Rankings 2026.
 
Pengalaman belajar di China diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami budaya profesional, perkembangan industri, serta dinamika bisnis internasional secara langsung. Mahasiswa juga berkesempatan membangun jejaring di lingkungan akademik dan budaya yang berbeda.
 
Melalui program Joint Degree Global Business Chinese ini, BINUS University dan SCUT berharap dapat mempersiapkan lulusan yang memiliki kemampuan bahasa Mandarin, pemahaman bisnis internasional, serta kompetensi lintas budaya untuk menghadapi peluang karier dan bisnis global.