Korban Gempa di Manggarai, Untar Berikan Layanan Kesehatan dan Pendampingan Psikologis

AKM • Wednesday, 21 Oct 2026 - 07:41 WIB
Universitas Tarumanagara (Untar) memberikan pelayanan medis dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT)

MANGGARAI, NTT – Pemulihan masyarakat setelah gempa bumi tidak hanya membutuhkan penanganan kesehatan fisik, tetapi juga dukungan psikologis. Menjawab kebutuhan tersebut, tim Universitas Tarumanagara (Untar) memberikan pelayanan medis dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 28–30 September 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikoordinasikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (Dikti) Wilayah III ini melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni Fakultas Kedokteran serta Fakultas Psikologi Untar, dengan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untar.

Pelayanan dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Pongleko, Bea Mese, dan wilayah kerja Puskesmas Lao. Tim menggabungkan pemeriksaan kesehatan dengan pendampingan psikososial untuk membantu warga menghadapi dampak bencana.

Di Pongleko, tim medis memeriksa 136 pasien dengan beragam keluhan, seperti gangguan pencernaan, batuk, pilek, dan anemia. Pemeriksaan tersebut juga menjadi upaya mengidentifikasi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lanjutan, termasuk kondisi yang telah dialami warga sebelum gempa.

Sementara itu, tim Fakultas Psikologi memberikan pendampingan kepada 90 warga. Melalui konsultasi dan observasi, warga mendapat kesempatan menyampaikan pengalaman, kekhawatiran, serta kondisi emosional yang mereka rasakan setelah bencana.

Dampak gempa dapat meluas hingga kondisi psikologis masyarakat. Karena itu, pendampingan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam proses pemulihan, terutama bagi warga yang masih menghadapi ketidakpastian setelah bencana.

Juru Bicara Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Andi Jemahu, mengapresiasi keterlibatan tim psikologi Untar bersama para relawan. Menurut dia, dukungan tersebut turut memberikan penguatan moral bagi warga sekaligus membantu kesiapan layanan kesehatan daerah dalam menangani persoalan psikososial pascabencana.

Wakil Rektor Untar, Assoc. Prof. Sri Tiatri, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan bencana perlu diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat.

“Kehadiran perguruan tinggi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap keahlian di bidang kedokteran dan psikologi dapat membantu masyarakat terdampak bencana, baik dalam pemulihan kesehatan fisik maupun psikologis,” ujarnya.

Pelayanan Menjangkau Warga Lanjut Usia

Upaya memperluas akses pelayanan juga dilakukan di wilayah Lao. Tim Untar menggelar pemeriksaan kesehatan di rumah ketua RT setempat agar lebih mudah dijangkau warga, terutama kelompok lanjut usia yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Melalui layanan tersebut, sebanyak 48 warga memperoleh pemeriksaan kesehatan. Pendekatan langsung ke lingkungan tempat tinggal diharapkan dapat mengurangi hambatan bagi masyarakat yang kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan.

Perpaduan layanan medis dan pendampingan psikososial menjadi bagian dari pendekatan pemulihan yang memperhatikan kebutuhan warga secara menyeluruh. Selain menangani keluhan fisik, dukungan psikologis diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan emosional setelah mengalami bencana.

Perwakilan warga setempat juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan tersebut. Kehadiran tenaga medis dan pendamping psikososial dinilai membantu warga mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan sekaligus ruang untuk memperoleh dukungan setelah gempa.

Kegiatan di Manggarai ini memperlihatkan pentingnya koordinasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penanganan pascabencana. Keberlanjutan layanan serta akses terhadap fasilitas kesehatan dan dukungan psikologis tetap menjadi bagian penting untuk menunjang pemulihan warga terdampak.