BAZNAS RI dan Pemkab Bima Sinergikan Program Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi

ANP • Tuesday, 20 Oct 2026 - 20:50 WIB

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima mendorong sinergi program zakat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menggali potensi unggulan daerah, mulai dari sektor pertanian hingga peternakan. Upaya ini diharapkan melahirkan program zakat inovatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mentransformasi mustahik menjadi muzaki.

Hal tersebut dibahas dalam audiensi BAZNAS RI bersama Pemkab Bima, dan BAZNAS Kabupaten Bima di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (19/10/2026). Pertemuan ini juga membahas sinergi pelaksanaan 13 program prioritas BAZNAS RI di Kabupaten Bima, termasuk bantuan Rumah Layak Huni (RLH), pengadaan ambulans, dan penyediaan sarana air bersih untuk mengatasi kekeringan.

Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., mengatakan Kabupaten Bima perlu mengembangkan program zakat yang inovatif dan memiliki ciri khas sesuai dengan potensi daerah.

Menurutnya, penggalian keunggulan lokal penting agar program pendistribusian dan pendayagunaan zakat dapat berjalan lebih tepat sasaran sekaligus menjadi pembeda dari program BAZNAS di daerah lain.

“Temen-temen BAZNAS Bima bisa meng-create program yang inovatif yang menjadi  diferensiasi dari Baznas Bima yg berbeda dgn Kabupaten yang lain,” jelas Syarifuddin.

Ia mencontohkan keberhasilan pemberdayaan mustahik petani padi di Kalimantan Selatan dan petani jagung di Lombok Timur yang mampu mendorong perubahan status mustahik menjadi muzaki. Keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Kabupaten Bima dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.

Syarifuddin menambahkan, inovasi program daerah tetap dapat diselaraskan dengan 13 program prioritas BAZNAS RI sebagaimana yg ada di RENSTRA, tapi juga harus merujuk kepada prioritas dalam RPJMD Kabupaten, sehingga program BAZNAS benar-benar related dengan kebutuhan daerah.

Sementara itu, Bupati Bima Ady Mahyudi menyambut positif arahan BAZNAS RI mengenai pengembangan program zakat berbasis potensi lokal. Ia menyatakan kesiapan Pemkab Bima untuk menggali dan mengembangkan berbagai keunggulan daerah agar dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ady menyebut sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan, antara lain kerajinan kain tenun, peternakan, dan pertanian. Komoditas unggulan seperti bawang, jagung, dan sapi dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui zakat.