Aksi Demonstrasi di Eropa, DPR Minta Kemenlu Tingkatkan Kewaspadaan

AKM • Tuesday, 20 Oct 2026 - 12:05 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta (Istimewa)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan seluruh perwakilan Republik Indonesia di Eropa meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi demonstrasi di sejumlah negara, antara lain Prancis, Portugal, Italia, Belgia, dan Albania.

Sukamta menilai perkembangan situasi di negara-negara tersebut perlu dipantau untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat berdampak terhadap warga negara Indonesia (WNI). Demonstrasi yang berlangsung dipicu berbagai persoalan, mulai dari tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup hingga kebijakan pendidikan serta ketidakpuasan terhadap pemerintah. Di sejumlah lokasi, aksi juga dilaporkan diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan.

“Kita menghormati proses demokrasi dan dinamika politik dalam negeri negara-negara sahabat. Namun, pemerintah juga harus mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi yang dapat mengganggu keamanan warga negara kita di sana,” ujar Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Ia meminta Kemenlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) terus memantau perkembangan, berkoordinasi dengan otoritas setempat, serta menyampaikan informasi keamanan kepada WNI. Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat Indonesia dapat menghindari lokasi demonstrasi yang berisiko.

Menurut Sukamta, mahasiswa, pekerja migran, dan wisatawan Indonesia perlu mendapat perhatian, terutama apabila situasi keamanan memburuk. Perwakilan RI juga diminta aktif menjalin komunikasi dengan komunitas WNI dan organisasi mahasiswa Indonesia di negara-negara terkait.

“Jangan sampai kita terlambat mengetahui ada warga kita yang mengalami kesulitan. KBRI dan KJRI harus memastikan jalur komunikasi darurat mudah dihubungi dan bantuan konsuler bisa segera diberikan apabila diperlukan,” katanya.

Selain meminta kesiapsiagaan perwakilan RI, Sukamta mengimbau WNI di negara-negara tersebut tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari KBRI dan KJRI, menjauhi lokasi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan bentrokan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku di negara setempat.

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan ekonomi dan ketidakpuasan masyarakat berpotensi memicu aksi lanjutan. Karena itu, pemantauan situasi dan kesiapan memberikan bantuan kepada WNI perlu terus dilakukan.

“Kita berharap situasi di negara-negara tersebut segera membaik. Tetapi pemerintah harus tetap waspada dan siap menghadapi berbagai kemungkinan. Keselamatan warga negara Indonesia harus menjadi perhatian utama,” pungkas Sukamta.