
Jakarta — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf mendorong reformasi total tata kelola pasar modal Indonesia menyusul gejolak yang memicu keresahan di kalangan investor.
Menurutnya, kepercayaan merupakan modal utama bangsa yang sangat menentukan keberanian masyarakat dan dunia usaha untuk berinvestasi.
Hal tersebut disampaikan AMY dalam pidato politik pada pembukaan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota Legislatif (Aleg) PKS dan Kepala Daerah dari PKS se-Indonesia di Jakarta, Senin (19/10/2026).
AMY menyoroti keresahan masyarakat, khususnya para pekerja, pengusaha, dan kalangan menengah yang menanamkan investasinya di pasar modal.
Ia menilai perkembangan pasar modal perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan erat dengan kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional.
“Kepercayaan adalah modal utama sebuah bangsa. Dalam ekonomi, kepercayaan menentukan keberanian masyarakat dan dunia usaha untuk berinvestasi,” ujar AMY.
Ia juga menyoroti peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga penyedia indeks pasar saham global, yang menurutnya berdampak buruk terhadap kondisi pasar modal Indonesia.
"Peringatan MSCI (lembaga penyedia indeks pasar saham modal modal) berdampak sangat buruk terhadap pasar modal Indonesia," tutur AMY.
AMY menyebut kapitalisasi pasar modal Indonesia mengalami penurunan lebih dari Rp1.000 triliun dalam waktu kurang dari satu pekan.
Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang sangat serius dan mengingatkan pada tekanan pasar sejak krisis ekonomi 1998.
"Dalam waktu kurang dari satu pekan, kapitalisasi pasar modal kita hilang lebih dari Rp 1000 Triliun. Ini adalah kondisi terburuk sejak krisis 1998," ujar AMY.
Menurutnya, gejolak tersebut perlu menjadi momentum bagi otoritas terkait untuk mengevaluasi dan membenahi tata kelola pasar modal secara menyeluruh. Langkah reformasi diperlukan untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat fondasi pasar modal Indonesia.
“Oleh karena itu, PKS mendorong agar otoritas terkait melakukan reformasi total terhadap tata kelola pasar modal,” tegasnya.
PKS memandang kepercayaan sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas perekonomian.
Karena itu, pembenahan tata kelola pasar modal menjadi salah satu agenda yang perlu mendapat perhatian agar pasar modal Indonesia dapat berfungsi secara sehat, transparan, dan dipercaya masyarakat maupun investor.