BAZNAS RI Ajak Masyarakat Indonesia Perkuat Solidaritas untuk Dukung Palestina

ANP • Monday, 12 Oct 2026 - 12:31 WIB

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.,  dalam talkshow "Solidarity in Harmony: Peluk Palestina", yang diselenggarakan oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Anis Matta, Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., serta Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana, S.T., M.Si., beserta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan, solidaritas terhadap Palestina harus terus dijaga. Ia menyampaikan, hingga kini penderitaan rakyat Palestina belum kunjung berakhir, mengingat pembunuhan, kerusakan tempat pengungsian, serta pembatasan akses bantuan kemanusiaan masih terjadi.

"Bantuan kita tidak boleh berhenti pada bantuan makanan. Kita juga harus memikirkan bagaimana anak-anak Palestina bisa kembali bersekolah, bagaimana layanan kesehatan dapat berjalan, dan bagaimana infrastruktur yang hancur bisa dibangun kembali,” ujarnya.

Sodik turut menyoroti kecenderungan menurunnya solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, dukungan dan kepedulian masyarakat perlu terus dijaga agar bantuan bagi warga yang terdampak konflik tidak ikut menurun.

Sodik juga mengajak pemerintah, lembaga zakat, organisasi filantropi, dan masyarakat luas untuk terus memperkuat kolaborasi. Menurutnya, perjuangan membantu Palestina membutuhkan konsistensi jangka panjang melalui diplomasi, solidaritas, dan bantuan konkret bagi masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan.

"Selama saudara-saudara kita di Palestina masih membutuhkan bantuan, kita harus terus hadir. Jangan pernah berhenti membangun solidaritas. Jangan pernah berhenti berkolaborasi demi saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Anis Matta turut mendorong penguatan solidaritas di antara seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga filantropi, untuk menggerakkan lebih banyak masyarakat dalam mendukung Palestina.

"Kekuatan utama bangsa Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sebenarnya bukan terletak pada besarnya jumlah bantuan yang kita sumbangkan kepada saudara-saudara kita di sana. Kekuatan kita lebih banyak terletak pada kekuatan moral," ujar Anis Matta.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Indonesia yang terus memberikan bantuan dalam berbagai bentuk kepada rakyat Palestina. Ia juga menyampaikan kondisi Palestina yang hingga kini masih diwarnai pembunuhan dan penderitaan yang menimpa masyarakat sipil, khususnya anak-anak.

"Negara Indonesia pada saat ini masih saja terus dan juga akan terus-menerus untuk membantu Palestina. Untuk itu saya berterima kasih dari hati saya terdalam," ucap Abdalfatah.

Direktur Utama LAZNAS IZI Wildhan Dewayana mengatakan, perjuangan untuk Palestina membutuhkan konsistensi dan komitmen jangka panjang. Upaya tersebut juga dilakukan bersama Aliansi Filantropi Indonesia dan berbagai pihak lainnya, dengan koordinasi BAZNAS RI.

"Sebagaimana disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI Bapak Sodik Mudjahid, kita harus selalu dalam kondisi siaga dan siap memobilisasi bantuan kapan pun akses penyaluran dibuka. Insyaallah, kita akan berupaya agar bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan kepada saudara-saudara kita di Palestina," ucapnya.