Jakarta – PT Yili Indonesia Dairy memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan daerah di luar Jawa melalui kolaborasi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dalam Program KKN Tematik Keamanan Pangan (KKNT KP). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong penguatan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi Yili Indonesia, keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih inklusif dan merata. Pengembangan Indonesia tidak hanya mencakup pertumbuhan di pusat-pusat ekonomi utama, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat, institusi pendidikan, dan pelaku usaha di daerah.
Presiden Direktur PT. Yili Indonesia Dairy, Yu Miao mengatakan, “Kami percaya bahwa kemajuan Indonesia perlu dibangun secara bersama dan merata, termasuk dengan memberikan perhatian serta dukungan terhadap pengembangan daerah di luar Jawa. Perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah, sementara UMK menjadi bagian penting dari penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama BPOM dan perguruan tinggi, Yili ingin ikut berkontribusi dalam menciptakan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di daerah.”
Program KKNT KP merupakan inisiatif BPOM yang memberdayakan mahasiswa perguruan tinggi untuk berperan sebagai Fasilitator Keamanan Pangan dan Kader Keamanan Pangan. Para mahasiswa mendapatkan pembekalan teknis mengenai keamanan pangan sebelum diterjunkan ke desa untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat serta pangan olahan UMK.
Kolaborasi ini juga melibatkan dunia usaha melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR), dengan perguruan tinggi sebagai salah satu mitra utama dalam pelaksanaan program. Dukungan dari industri digunakan antara lain untuk mendukung operasional mahasiswa di lapangan, pengadaan alat produksi sederhana bagi binaan UMK, serta penyelenggaraan pameran hasil kegiatan KKN di desa.
Program KKN Tematik Keamanan Pangan merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat keamanan pangan secara berkelanjutan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembekalan dan pengalaman di lapangan, tetapi juga berperan langsung dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat dan UMK makanan olahan di desa. Dukungan dari dunia usaha, termasuk Yili Indonesia, menjadi bagian penting untuk memastikan program dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di daerah.”
Program KKNT KP juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan kompetensi yang mereka miliki secara langsung di masyarakat. Program ini merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar-Kampus Berdampak (MBKB), sekaligus mendukung upaya peningkatan keamanan pangan melalui edukasi, asistensi administratif, serta fasilitasi pemahaman regulasi kepada pelaku usaha pangan olahan.
Salah satu program pelaksanaan pada tahun 2026 yang melibatkan Universitas Mataram, dengan mahasiswa yang mendapatkan pembekalan teknis keamanan pangan sebelum melakukan kegiatan di lapangan. Pembekalan mencakup berbagai materi, mulai dari lima kunci keamanan pangan di keluarga, sekolah, pangan siap saji dan ritel, hingga Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), penyusunan SOP produksi, GAP Assessment dan CAPA, tata cara perizinan pangan olahan, serta pendaftaran NIB dan SPPIRT melalui OSS.
Universitas Mataram menjadi salah satu dari lima perguruan tinggi yang tercantum dalam kolaborasi Program KKNT Keamanan Pangan BPOM 2026, bersama IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Tanjungpura. Untuk Universitas Mataram, program mencakup pendampingan di 10 desa, sementara keseluruhan program yang tercantum dalam data BPOM mencakup sejumlah wilayah KKN di Jawa maupun luar Jawa.
Maiser Syaputra, S.Hut. M.Si. Perwakilan Universitas Mataram mengatakan, “Bagi Universitas Mataram, Program KKN Tematik Keamanan Pangan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh sekaligus berkontribusi secara nyata bagi. Melalui pendampingan di 10 desa, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku UMK pangan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan, proses produksi yang baik, serta mencakup aspek administrasi dan perawatan. Kami mengapresiasi komunikasi dengan BPOM dan dukungan dari mitra industri seperti Yili Indonesia yang turut membantu pelaksanaan program ini di daerah.”
Kolaborasi ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan. Bagi Yili Indonesia, keterlibatan dalam Program KKNT KP menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pangan sekaligus upaya untuk memberikan kontribusi pada pembangunan Indonesia yang semakin inklusif, dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi potensi dan pertumbuhan daerah di luar Jawa.
***
Tentang Grup Yili
Yili Group adalah perusahaan susu terbesar di Asia yang mampu mempertahankan posisi terdepan selama sebelas tahun berturut-turut. Hal ini ditercermin pada posisi Yili yang berada di antara 5 merek produk susu global teratas pada tahun 2022.
Sebagai perusahaan yang berorientasi pada konsumen, Yili terus memberikan produk dan layanan berkualitas tinggi untuk semua orang sekaligus memberdayakan mereka untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, dengan tujuan menjadi penyedia makanan sehat yang paling tepercaya di dunia.
Yili sangat aktif di pasar produk susu dan yakin akan kemampuannya untuk mempertahankan posisi terdepan di semua kategori, termasuk susu cair, susu bubuk, yogurt, es krim, keju, dan lainnya. Portofolio produknya terus berkembang untuk memberikan lebih banyak nutrisi dan manfaat kesehatan bagi semua kelompok usia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hingga saat ini, perusahaan ini memiliki 15 pusat penelitian dan inovasi dan 81 basis produksi di seluruh dunia. Produknya dipasarkan di lebih dari 60 negara dan wilayah.