Yohanes Auri Bangun Ekosistem 30 Perusahaan, Dorong Generasi Baru Industri Kreatif Indonesia

ANP • Monday, 5 Oct 2026 - 13:23 WIB

Jakarta - Yohanes Auri, entrepreneur dan pendiri Flux Creative Universe (FCU), terus memperluas kiprahnya di industri kreatif Indonesia. Berawal dari bisnis yang dibangun dari sebuah kamar berukuran 4x4 meter, kini ia memimpin ekosistem kreatif yang menaungi 30 perusahaan dan lebih dari 200 orang.

Perjalanan Auri tidak berhenti pada membangun perusahaan. Pada awal 2026, bersama Deddy Corbuzier, ia juga berinvestasi pada 11 perusahaan kreatif yang didirikan dan dipimpin oleh Gen Z. Langkah tersebut menjadi bagian dari visinya untuk membangun lebih banyak entrepreneur dan bisnis baru di industri kreatif Indonesia.

“Indonesia tidak kekurangan orang kreatif. Yang masih perlu kita bangun adalah lebih banyak orang kreatif yang mampu mengubah kreativitas menjadi bisnis yang sustainable. Itu kenapa saya tidak ingin hanya membangun FCU, tapi juga ikut membangun founder-founder baru di industri kreatif.”
 

Dari Kamar 4x4 Meter Menjadi Ekosistem Kreatif

Perjalanan bisnis Yohanes Auri dimulai jauh sebelum Flux Creative Universe berkembang seperti sekarang. Selama lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia bisnis, ia mengalami langsung berbagai fase dalam membangun perusahaan, memimpin tim, hingga beradaptasi dengan perubahan industri.
FCU kemudian berkembang dari bisnis kreatif menjadi creative business ecosystem yang menaungi berbagai perusahaan dan talenta di industri kreatif.

Salah satu momentum penting terjadi pada 9 Mei 2023 ketika Deddy Corbuzier berinvestasi di Flux Creative Universe. Kolaborasi tersebut kemudian berkembang lebih jauh, termasuk investasi ke 11 perusahaan kreatif yang didirikan dan dipimpin Gen Z pada awal 2026.
 

“Saya percaya kreativitas bukan cuma bisa menghasilkan campaign. Kreativitas juga bisa menghasilkan perusahaan. Karena itu, visi kami bukan sekadar membesarkan satu agency, tetapi membangun sebuah ekosistem tempat bisnis kreatif baru bisa lahir dan berkembang.”
 

Personal Branding Menjadi Salah Satu Growth Engine

Di balik perjalanan tersebut, Yohanes Auri juga melihat perubahan dalam cara seorang entrepreneur membangun bisnis di era digital. Sejak 2022, ia mulai konsisten membagikan pengalaman dan pemikirannya melalui konten mengenai leadership, bisnis, dan industri kreatif.

Kini, Yohanes Auri memiliki lebih dari 250.000 pengikut di berbagai platform media sosial. Baginya, jumlah pengikut bukan tujuan akhir. Personal branding menjadi salah satu cara untuk memperluas jaringan, bertemu calon klien dan partner, menarik talenta, berbagi pengalaman, sekaligus memperkenalkan bisnis yang sedang dibangunnya.

Dari Konten ke Panggung Nasional

Konsistensi berbagi mengenai leadership, bisnis, dan kreativitas kemudian membawanya ke berbagai forum. Salah satunya Prudential Agency Leaders Conference 2025, ketika Yohanes Auri berbicara di hadapan sekitar 1.000 pemimpin.

Selain Prudential, ia juga pernah diundang oleh Kalbe Nutritionals, Asian Tiger School, Holywings Group, BisnisHack, hingga BINUS University. Secara keseluruhan, ia telah tampil di hadapan lebih dari 1.500 orang.
 

2,3 Miliar Views dan Rekor MURI

Pertumbuhan ekosistem FCU berjalan beriringan dengan pertumbuhan kapabilitas kontennya. Melalui berbagai konten yang diproduksi, Flux Creative Universe telah mengumpulkan lebih dari 2,3 miliar views.
Pencapaian tersebut membawa FCU mendapatkan Rekor MURI dalam kategori Agensi Kreatif yang Memproduksi Konten Digital dengan Akumulasi Penonton Terbanyak di Indonesia pada perayaan ulang tahun keempat perusahaan.

“Saya ingin semakin banyak orang kreatif Indonesia yang berani menjadi entrepreneur. Kreativitas bisa dibangun menjadi bisnis, membuka lapangan pekerjaan, bahkan melahirkan entrepreneur baru. Itu yang ingin terus saya bangun melalui FCU.”