UBM Bangun Pusat Riset AI, Dorong Kolaborasi Kampus dan Industri

AKM • Wednesday, 9 Sep 2026 - 22:04 WIB
Universitas Bunda Mulia (UBM) memperluas pengembangan riset kecerdasan buatan dengan meluncurkan The UBM Research Center for Data Science & AI di Kampus UBM Serpong, Tangerang, Banten.

TANGERANG — Universitas Bunda Mulia (UBM) memperluas pengembangan riset kecerdasan buatan dengan meluncurkan The UBM Research Center for Data Science & AI di Kampus UBM Serpong, Tangerang, Rabu (9/9/2026).

Pusat penelitian tersebut dikembangkan untuk mempertemukan bidang Data Science dan Artificial Intelligence (AI) dengan kebutuhan nyata di dunia industri dan masyarakat. Pengembangannya mencakup pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, serta kerja sama dengan mitra nasional dan internasional.

UBM menyebut pusat riset itu sebagai pusat penelitian Data Science dan AI pertama di Indonesia yang dikembangkan dengan basis kolaborasi internasional. Peresmian turut dihadiri Founder Yayasan Pendidikan Bunda Mulia Djoko Susanto.

Dekan Fakultas Teknologi dan Desain UBM Adhiguna Mahendra mengatakan perkembangan teknologi AI perlu diikuti kemampuan untuk mengubah teknologi menjadi solusi yang dapat memberikan manfaat secara nyata.

“Perkembangan AI perlu diiringi kemampuan untuk menerjemahkan teknologi menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata,” kata Adhiguna.

Menurut Adhiguna, pusat riset tersebut dibangun dengan tiga pilar utama, yakni Creating Value, Delivering Impact, dan Reshaping the Future. Ketiga pilar itu menjadi landasan dalam mengembangkan riset dan inovasi AI di lingkungan UBM.

“Creating Value berarti menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan nilai ekonomi,” ujarnya.

Adapun Delivering Impact, lanjut Adhiguna, diarahkan pada pengembangan solusi yang mampu menjawab persoalan di masyarakat dan industri. Sementara Reshaping the Future menjadi komitmen UBM untuk mengembangkan teknologi yang mendukung masa depan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Untuk memperluas kapasitas riset, UBM membangun jejaring kerja sama dengan sejumlah institusi di dalam dan luar negeri. Salah satunya dengan Tsinghua Shenzhen International Graduate School (SIGS), Tiongkok, dalam pengembangan pembelajaran AI dan Data Science berwawasan global.

Kerja sama juga dilakukan dengan National Chung Cheng University (CCU), Taiwan, melalui Joint AI Research Center. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan teknologi yang berkaitan dengan Smart City dan Sustainable AI.

Kolaborasi 

Di sisi lain, UBM menggandeng Google for Education untuk mendukung pengembangan AI Lab serta ekosistem pembelajaran dan penelitian berbasis teknologi.

Kolaborasi dengan sektor industri dilakukan bersama Alfamart. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi pengembangan penelitian Data Science dan AI yang dapat dikaitkan dengan kebutuhan dan persoalan di industri ritel.

Sementara itu, Digital Place Vision Pte. Ltd. dari Singapura turut menjadi mitra dalam pengembangan inovasi berbasis AI. Salah satu hasil kerja sama tersebut adalah UBM AI Tutor, platform pembelajaran berbasis AI yang terintegrasi dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).

Jejaring kolaborasi UBM juga mencakup sejumlah institusi nasional, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam agenda peluncuran pusat riset tersebut, UBM bersama sejumlah mitra juga melakukan penandatanganan kerja sama secara seremonial. Kegiatan itu melibatkan perwakilan dari kalangan perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian.

Adhiguna mengatakan pusat riset tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan penelitian, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam penerapan teknologi.

Melalui fasilitas itu, mahasiswa dapat terlibat dalam penelitian, mengolah persoalan nyata dari industri, mengembangkan prototipe, serta bekerja sama dengan akademisi dan mitra nasional maupun internasional.

Pengembangan pusat riset tersebut melengkapi program akademik UBM di bidang teknologi. UBM sebelumnya telah mengembangkan Program Studi S1 Data Science dan Program Studi S1 Artificial Intelligence.

Pada Program Studi Data Science, mahasiswa mempelajari kombinasi statistika, ilmu komputer, dan pemahaman bisnis melalui pendekatan berbasis proyek dengan menggunakan data dari berbagai sektor industri.

Sementara Program Studi Artificial Intelligence mengembangkan pembelajaran di sejumlah bidang teknologi, seperti Machine Learning, Generative AI, Large Language Models, Responsible AI, dan Smart Systems.

Dengan pengembangan pusat riset dan jejaring kolaborasi tersebut, UBM berupaya mengarahkan pengembangan AI tidak hanya pada aspek kemampuan teknis. Talenta yang dihasilkan juga diharapkan mampu memahami kebutuhan industri dan bisnis, menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif, serta mempertimbangkan dampak sosial dari penggunaan AI.