Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Pontjo Sutowo Soroti Tugas Besar Merawat Spirit Kebangsaan

ANP • Friday, 2 Oct 2026 - 18:37 WIB

JAKARTA — Terpilihnya Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri mendapat perhatian dari Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo. Ia menilai pengalaman panjang Suyudi di kepolisian serta kiprahnya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Menurut Pontjo, pengalaman Suyudi di BNN menunjukkan bahwa penanganan persoalan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Pencegahan, rehabilitasi, serta keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman terhadap bangsa.

Dalam laporan kinerja 2025, BNN mencatat pengungkapan 773 kasus tindak pidana narkotika dengan 1.214 tersangka. Barang bukti yang disita mencapai 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, dan 1,2 ton ketamin.
Di bidang pencegahan dan pemulihan, BNN juga membentuk 214 Desa/Kelurahan Bersinar, melibatkan 1.910 remaja sebagai teman sebaya antinarkotika, serta memberikan layanan rehabilitasi kepada 14.527 orang.

“Pemberantasan narkotika, selain menuntut ketegasan, juga membutuhkan jaringan dengan merangkul masyarakat,” kata Pontjo dalam pandangannya mengenai kepemimpinan Suyudi.

Spirit Kebangsaan Jadi Perhatian

Pontjo berharap Suyudi tidak hanya fokus pada persoalan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap upaya menjaga dan memelihara spirit kebangsaan.
Menurut dia, persatuan dan kesatuan Indonesia bukan sesuatu yang dapat dianggap selesai. Keduanya harus terus dirawat, terutama di tengah perbedaan kepentingan, ketegangan sosial, dan derasnya arus informasi yang berpotensi memperbesar perpecahan.

“Kita tidak boleh lengah terhadap potensi ancaman disintegrasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi di antara elite, pemimpin lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, setiap pihak perlu menahan diri dari langkah maupun pernyataan yang dapat memperuncing perbedaan.

Namun, Pontjo menegaskan bahwa menjaga persatuan bukan berarti menghilangkan kritik.

“Justru, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab dan ditanggapi dengan bijak dapat memperkuat kehidupan berbangsa,” katanya.

Kapolri Dihadapkan pada Tantangan yang Makin Beragam

Pontjo menilai tantangan yang dihadapi Indonesia juga tidak terlepas dari situasi global yang penuh ketidakpastian. Konflik dan ancaman perang, tekanan terhadap energi dan pangan, hingga krisis ekologi dinilai dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan stabilitas nasional.

Dalam kondisi tersebut, kesiapsiagaan dan kerja sama lintas lembaga menjadi penting. Kemampuan menjaga ketenangan publik juga dinilai menjadi bagian dari tantangan kepemimpinan Polri.

“Polri bukan hanya bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga perlu memastikan penegakan hukum berjalan adil, pelayanan terasa dekat, dan warga memperoleh ruang yang aman untuk menyampaikan aspirasi,” tutur Pontjo.

Ia menyambut kepemimpinan Suyudi dengan harapan agar pengalaman di BNN, rekam jejak di kepolisian, serta kemampuannya menjalin hubungan dengan berbagai kalangan dapat menjadi bekal dalam memimpin Polri.

“Semoga di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Polri semakin kuat menjaga keamanan, merawat kepercayaan masyarakat, dan turut memelihara persatuan Indonesia,” ujar Pontjo.