
Jakarta - Kantor Staf Presiden (KSP) mendukung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memperkuat ekosistem pembinaan talenta olahraga sejak bangku sekolah. Dukungan itu disampaikan dalam talkshow “Mimpi Besar, Sekolah Kelar : No Drop Out, Just Level Up!” di SMAN 1 Jakarta, Jumat (25/9).
Tenaga Ahli Utama (Eselon I) KSP Lindsey Afsari Puteri, S.T., M.i.Kom, menegaskan, pemerintah harus memastikan anak-anak yang memiliki bakat dan mimpi besar dibidang olahraga tidak dipaksa memilih antara prestasi dan pendidikan. Talenta yang ditemukan di sekolah harus memiliki jalur yang jelas untuk dibina, berkompetisi, berprestasi sekaligus tetap menyelesaikan pendidikan.
“Tugas pemerintah adalah membuka jalan bagi anak-anak untuk meraih mimpinya. Kalau hari ini ada talenta yang ditemukan di sekolah, jangan berhenti pada penemuan," jelas Lindsey Afsari pada Jumat (25/9).
Menurut Lindsey, harus ada jalan untuk dibina, berkompetisi, berprestasi sekaligus tetap sekolah dan menyiapkan masa depan. Lindsey juga menambahkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari arah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagaimana Asta Cita ke-4 Presiden RI, yang antara lain menekankan penguatan SDM, pendidikan, sains dan teknologi, kesehatan serta prestasi olahraga.
Pemerintah juga telah memiliki kerangka kebijakan melalui UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Perpres No. 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), dan Perpres No. 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan.
Dalam konteks tersebut, KSP berperan memastikan ekosistem antarpemangku kepentingan tersambung dan berjalan, mulai dari sekolah dan penjaringan talenta, pembinaan oleh KONI dan cabang olahraga, dukungan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah hingga akses kompetisi dan pendidikan lanjutan.
“KONI memiliki peran penting dalam mendeteksi dan membina bakat olahraga. Pemerintah kemudian harus memastikan ekosistemnya tersambung. Kalau ada hambatan lintas sektor, harus kita carikan jalan keluarnya. Talenta yang ditemukan di sekolah harus punya jalan untuk naik level,” jelas Lindsey.
BACA JUGA: KONI Jakarta Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk Lindungi Atlet
KSP juga mendorong agar cakupan talenta olahraga tidak hanya dilihat dari cabang olahraga konvensional. Perkembangan e-sport menunjukkan semakin luasnya ruang prestasi generasi muda.
Teknologi perlu diarahkan menjadi sarana produktivitas dan prestasi, dengan tetap menjaga kesehatan, disiplin, kemampuan mengatur waktu serta keberlanjutan pendidikan. “Mau menjadi atlet olahraga konvensional atau e-sport, prinsipnya sama : disiplin, latihan, kesehatan, kemampuan mengatur waktu dan pendidikan harus berjalan bersama.
"Bermimpi besar boleh, tetapi sekolah juga harus kelar,” tegas Lindsey. Ekosistem tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
Kemenpora berperan dalam strategi olahraga prestasi; Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek mendukung keterhubungan olahraga dengan pendidikan; KONI menjadi salah satu motor penjaringan dan pembinaan talenta; sementara pemerintah daerah dan Dispora memperkuat fasilitas serta kompetisi di daerah. Pada tahap berikutnya, akses pendidikan tinggi, termasuk melalui program beasiswa atlet, menjadi bagian penting agar prestasi olahraga tidak memutus masa depan akademik atlet.
Ketua Bidang Media dan Humas KONI Pusat M. Tirto Prima Putra, yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara KONI, sekolah dan lingkungan pembinaan olahraga agar talenta terbaik dapat ditemukan, dibina dan disalurkan sesuai potensinya.
Pesan tersebut diperkuat atlet e-sport Shogun yang berbagi pengalaman kepada para pelajar mengenai pentingnya komitmen dan kemampuan mengatur waktu antara pendidikan, latihan dan kompetisi.
Sementara Wakil Ketua Umum II KONI DKI Jakarta Defrizal Siregar menekankan pentingnya menyiapkan masa depan atlet sejak dini karena setiap cabang olahraga memiliki karakteristik dan masa puncak prestasi yang berbeda. Melalui kampanye “Mimpi Besar, Sekolah Kelar”, KSP dan KONI membawa pesan bahwa prestasi dan pendidikan harus berjalan bersama.
Anak-anak Indonesia harus berani bermimpi menjadi juara, termasuk melalui e-sport dan berbagai cabang olahraga lainnya, tanpa harus meninggalkan sekolah. Dari sekolah, talenta ditemukan dan dari ekosistem, talenta dibina.
Dari prestasi, masa depan dibuka. Mimpi Besar, Sekolah Kelar. No Drop Out, Just Level Up!