KONI Jakarta Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk Lindungi Atlet

MUS • Monday, 23 Jun 2025 - 22:14 WIB

Jakarta - Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung KONI DKI Jakarta, Jakarta Pusat (23/06/2025). 

Penandatanganan ini menandai komitmen bersama untuk memberikan perlindungan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) kepada para atlet, pelatih, dan tenaga kerja olahraga di ibu kota.

“Kami ingin melindungi para atlet, pelatih, dan asisten pelatih supaya mereka bisa berlatih dan melatih dengan tenang. Dalam olahraga ini, risiko cedera sangat mungkin terjadi, sehingga mereka harus memiliki perlindungan. Jika terjadi cedera, maka bisa segera ditangani,” ujar Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta, Hidayat Humaid. 

Hidayat menambahkan, pihaknya berharap BPJS Ketenagakerjaan dapat menangani cedera atlet dengan cepat dan tuntas. 

“Olahraga ini agak unik. Bukan hanya sembuh, tapi harus cepat sembuh. Karena mereka harus terus bertanding. Atlet-atlet inilah yang akan membela merah putih di kancah internasional,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, para atlet DKI Jakarta akan kembali berlaga di berbagai ajang seperti SEA Games di Thailand, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri, dan kejuaraan nasional lainnya. 

“Biasanya atlet DKI Jakarta yang paling banyak tampil di SEA Games. Karena itu perlindungan sangat penting bagi mereka,” cetus Hidayat.

Ia juga menegaskan cabang-cabang olahraga (cabor) harus bertanggung jawab atas keselamatan atlet mereka. 

“Kami mendorong cabor untuk ikut melindungi atletnya secara mandiri melalui BPJS Ketenagakerjaan. Jangan sampai panitia lepas tangan jika terjadi cedera. Biaya perlindungan ini bahkan lebih murah dari bayar parkir mobil,” sebut Hidayat.

KONI DKI Jakarta tahun ini akan melindungi sekitar 800 atlet binaan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. 

“Itu baru sekitar 60 sampai 70 persen dari total atlet. Kami berharap tahun depan semua atlet dari semua cabor dapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Harapan kami tidak ada klaim karena cedera, tapi kenyataannya selalu ada yang cedera. Mudah-mudahan dengan MoU ini, penanganannya bisa secepat tahun lalu,” tambah Hidayat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Deny Yusyulian, menyampaikan apresiasinya kepada KONI DKI Jakarta. 

“Kami mengapresiasi upaya KONI DKI Jakarta yang sudah dua tahun berturut-turut melindungi atletnya. Tahun pertama berjalan baik, dan tahun ini kami siap memberikan pelayanan terbaik kembali,” ungkap Deny.

Deny menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan akan menyasar langsung even-even olahraga dengan skema pembiayaan mandiri. 

“Kami ingin mendorong kualitas atlet meningkat dengan perlindungan yang optimal. Perlu kerja sama edukasi dan sosialisasi dengan seluruh cabor. Kami punya 23 kantor cabang yang akan turun langsung,” ujar Deny.

Dengan hanya Rp16.800 per bulan, atlet bisa mendapatkan dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). “Manfaatnya luar biasa. Perawatan rumah sakit tanpa batas biaya, transportasi ambulans darat, laut, dan udara, hingga rehabilitasi atlet sampai sembuh,” jelas Deny.

Ia mencontohkan, pihaknya pernah menanggung biaya perawatan atlet ski air di RS Mayapada sebesar Rp200 juta, dan memberikan santunan Rp70 juta kepada ahli waris atlet tinju yang meninggal dunia.

“Jika terjadi risiko pada atlet, negara hadir melalui manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Kami tidak lagi mengejar keuntungan, karena sejak 2015 kami bukan BUMN yang menyetor dividen, tapi alat negara untuk memberikan perlindungan,” kata Deny.

Dalam kegiatan yang sama, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Iksarudin, menyambut baik penandatangan PKS dengan KONI DKI Jakarta dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para atlet yang menjadi peserta. 

Iksarudin menambahkan pihaknya siap memberikan layanan pendaftaran bagi atlet-atlet binaan KONI DKI Jakarta. 

“Tahap awal kami akan daftarkan antara 800 sampai 1.000 atlet yang akan berlaga di berbagai ajang tahun ini. Nantinya tiap bulan, atlet-atlet baru akan terus kami daftarkan,” ujar Iksarudin.

Ia mengupayakan nantinya perlindungan kepada para atlet tidak sekadar per even pertandingan namun dapat berkelanjutan. Sehingga pembayaran iuran akan dilakukan setiap bulan terhadap seluruh atlet di bawah naungan KONI DKI Jakarta. 

“Kami berkomitmen seluruh atlet mendapat perlindungan penuh dari manfaat program BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Iksarudin.